Pertama Kali dalam Sejarah, Ijazah Wapres RI Dipajang Abadi di Erasmus University Rotterdam

Rabu, 07 Oktober 2026 15:09 WIB
Ilustrasi: Beberapa lembar ijazah. (IDNVoice/Dindik Banyumas)
Ilustrasi: Beberapa lembar ijazah. (IDNVoice/Dindik Banyumas)

IDNVoice.com - Jejak sejarah pendidikan Wakil Presiden (Wapres) pertama Republik Indonesia (RI), Mohammad Hatta, kini mendapat penghormatan istimewa di salah satu kampus ternama dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, salinan ijazah perguruan tinggi seorang Wapres RI dipajang secara abadi di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.

Salinan ijazah tersebut merupakan ijazah Hatta ketika menempuh pendidikan ekonomi di Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi), institusi pendidikan yang kini menjadi bagian dari Erasmus University Rotterdam.

Mengutip situs Erasmus, salinan ijazah Hatta bersama ringkasan biografinya dipajang di aula sebuah bangunan bernama Hatta Building di Kampus Woudestein, EUR. Gedung yang didirikan pada 2009 itu kini difungsikan sebagai asrama mahasiswa.

Menariknya, keberadaan Hatta Building ternyata sempat tidak banyak diketahui. Bahkan, pengunjung, staf museum, hingga mahasiswa di kampus tersebut tidak banyak mengetahui bangunan yang menyimpan jejak sejarah tokoh Indonesia tersebut.

Keluarga Bung Hatta sendiri baru mendapatkan informasi resmi mengenai keberadaan Hatta Building pada 2014. Informasi tersebut diperoleh berkat bantuan alumnus EUR, Kwik Kian Gie.

Penghormatan itu terasa istimewa mengingat Hatta semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh yang gigih menentang pemerintahan kolonial Belanda.

Namun, puluhan tahun setelah perjuangannya melawan kolonialisme, nama Hatta justru diabadikan sebagai simbol kehormatan di salah satu universitas terkemuka di Eropa.

Penghormatan dari kampus Rotterdam tersebut tidak terlepas dari perjalanan akademis Hatta yang memang dimulai dari kota itu.

Pada 5 September 1921, Hatta tiba di Belanda untuk bersekolah di Handels Hoogeschool atau Sekolah Tinggi Ekonomi.

Mengutip autobiografi Mohammad Hatta: Biografi Politik (1990), Hatta memilih melanjutkan pendidikan di Belanda karena program dan fasilitas pendidikan lanjutan yang ditempuhnya di Jakarta lebih tersedia di Rotterdam.

Keputusan itu sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan orang tua Hatta. Saat itu, orang tuanya berharap Hatta melanjutkan pendidikan ke Makkah dan Mesir.

Sebelum berangkat ke Belanda, Hatta telah menyelesaikan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) pada 1919 di Padang. Sekolah tersebut setara dengan jenjang SMP pada era kolonial.

Setelah itu, Hatta melanjutkan pendidikan ke Batavia atau Jakarta di Prins Hendrik School (PHS).

PHS merupakan Sekolah Dagang Menengah dengan masa studi lima tahun. Pendidikan tersebut terdiri atas tiga tahun dasar High Burger School (HBS) dan dua tahun pendalaman di bagian perdagangan.

Sebagai tamatan MULO, Hatta diterima langsung di kelas pertama bagian perdagangan PHS. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, perjalanan akademisnya berlanjut ke Belanda.

Pilihan Hatta menimba ilmu ekonomi di Rotterdam kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektualnya.

Dari kota tersebut, Hatta mendapatkan pendidikan ekonomi yang kelak turut membentuk gagasan-gagasannya mengenai ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Kini, perjalanan akademis itu tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah.

Salinan ijazah Hatta dipajang di kampus tempat ia dahulu menimba ilmu, sementara namanya diabadikan dalam sebuah gedung di lingkungan Erasmus University Rotterdam.

Jejak tersebut menjadi simbol menarik perjalanan seorang tokoh yang pernah menentang kolonialisme Belanda, tetapi kemudian dikenang dan dihormati di negeri tempat ia dahulu menimba ilmu. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid