IDNVoice.com - Impian mengabdi dan ikut membangun ekonomi dari tingkat desa maupun kelurahan justru berubah menjadi dilema bagi sejumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Di balik optimisme besar pemerintah menjadikan KDKMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan pangan nasional, muncul cerita kekecewaan dari para calon manajer yang telah menerima surat penawaran kerja (offering letter).
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan penempatan hingga ratusan bahkan ribuan kilometer dari domisili atau kampung halaman mereka.
Dony, salah seorang calon manajer asal Tangerang Selatan, sempat merasa beruntung setelah mengetahui penugasannya berada di wilayah yang sesuai dengan domisilinya.
Namun, rasa lega tersebut berubah ketika ia mengecek langsung lokasi koperasi yang akan menjadi tempatnya bertugas mulai 1 Oktober 2026.
Alih-alih menemukan fasilitas koperasi yang siap digunakan, Dony justru mendapati sebuah bangunan yang masih kosong tanpa perlengkapan pendukung.
"Belum ada bangunannya, saya sudah keliling-keliling belum ada. Gedungnya masih kosong doang, perabotan segala macam belum ada," tutur Dony dilansir dari laman Tirto, dikutip pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kondisi tersebut membuat persoalan penempatan bukan sekadar menyangkut jarak antara tempat tinggal dengan lokasi kerja, tetapi juga kesiapan fasilitas koperasi yang akan dikelola.
Kisah Dony menjadi salah satu gambaran kegelisahan yang muncul di kalangan calon manajer KDKMP.
Bagi peserta lainnya, persoalan penempatan bahkan menjadi lebih kompleks.
Seorang warga yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, misalnya, disebut mendapat penugasan untuk memimpin koperasi di Gorontalo, Sulawesi.
Perbedaan jarak yang sangat jauh tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi calon manajer yang diharapkan menjalankan operasional KDKMP di daerah penempatan.
Selain persoalan geografis, sejumlah peserta juga mempertanyakan kesiapan fasilitas tempat kerja serta besaran kompensasi yang akan mereka terima.
Berbagai persoalan tersebut kemudian memunculkan gelombang protes dari para calon manajer.
Program penempatan manajer KDKMP sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya pemerintah mengoperasionalkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Namun, pengalaman para calon manajer menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan agar penempatan sumber daya manusia sejalan dengan kesiapan fasilitas dan kondisi di lapangan. [DR]