Hampir 200 Orang Diisolasi Usai Pekerja Laboratorium di Siberia Meninggal Diduga Terpapar Pes

Rabu, 07 Oktober 2026 09:13 WIB
Ilustrasi: Dua petugas kesehatan masyarakat menyuntikkan bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, ke seekor marmot dan seekor hewan pengerat kecil yang tidak teridentifikasi dalam sebuah penelitian di San Francisco, California, pada 1965. (IDNVoice/Getty Images)
Ilustrasi: Dua petugas kesehatan masyarakat menyuntikkan bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, ke seekor marmot dan seekor hewan pengerat kecil yang tidak teridentifikasi dalam sebuah penelitian di San Francisco, California, pada 1965. (IDNVoice/Getty Images)

IDNVoice.com - Sebanyak hampir 200 orang di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, menjalani isolasi dan pengawasan medis setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia dengan dugaan terpapar bakteri penyebab penyakit pes.

Perempuan bernama Darya Shipilova (28) diketahui merupakan karyawan Institut Penelitian Anti-Pes Siberia dan Timur Jauh di Irkutsk. Menurut sejumlah laporan, Shipilova diduga terpapar bakteri setelah tidak sengaja memecahkan sebuah tabung reaksi di laboratorium.

Shipilova kemudian jatuh sakit dan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Shelekhov. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Pihak berwenang menyebut penyebab kematiannya sebagai pes dengan etiologi yang belum diketahui.

Kematian Shipilova kemudian mendorong otoritas setempat mengambil langkah pencegahan. Hampir 200 orang yang diketahui melakukan kontak dengan korban diisolasi untuk menjalani pengawasan medis.

Sejumlah bagian rumah sakit tempat Shipilova meninggal juga turut diisolasi. Sementara itu, sebuah pabrik aluminium di wilayah tersebut menginstruksikan para pekerjanya untuk mengenakan masker.

Meski dugaan paparan bakteri disebut berkaitan dengan insiden pecahnya tabung reaksi, badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan belum menemukan bukti adanya kecelakaan saat penanganan patogen di laboratorium.

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengatakan seluruh orang yang melakukan kontak dengan korban telah berhasil diidentifikasi dan diperiksa.

Ia juga memastikan tidak ada kasus baru dari staf Institut Anti-Pes yang membutuhkan perawatan medis.

"Seluruh kontak korban telah diidentifikasi dan diperiksa," kata Kobzev, seraya memastikan tidak ada kasus baru dari staf Institut Anti-Pes yang memerlukan perawatan medis.

Penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang umumnya dibawa oleh mamalia kecil dan kutu.

Salah satu bentuknya, pes pneumonik, menyerang paru-paru dan dapat menular melalui droplet dari penderita.

Penyakit tersebut membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak ditangani, pes pneumonik dapat berakibat fatal dalam waktu satu hingga enam hari.

Kasus di Irkutsk kini menjadi perhatian karena melibatkan pekerja sebuah lembaga penelitian yang menangani patogen penyebab pes. Namun, hingga saat ini, otoritas Rusia menyatakan belum menemukan bukti adanya kecelakaan laboratorium dalam penanganan patogen tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid