IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua. Dari jumlah tersebut, 10 SPPG berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni mengatakan peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan MBG, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T.
"Untuk Provinsi Papua ada 13 SPPG yang resmi diluncurkan hari ini dan sebanyak 10 berada di wilayah 3T dan tiga lainnya di wilayah non-3T," kata Nurjaeni di Jayapura pada Minggu, 4 Oktober 2026.
BGN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, dan Pemerintah Kota Jayapura atas dukungan dalam pembangunan SPPG.
Nurjaeni mengatakan sejumlah SPPG sebelumnya telah dipersiapkan, tetapi mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala.
"Memang ada sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan namun mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum sehingga hal tersebut terus dilakukan perbaikan," ujarnya.
Secara keseluruhan, BGN menyiapkan 36 SPPG di wilayah Papua Raya untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Namun, BGN juga memperketat pengawasan terhadap kelayakan setiap SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan.
"Dan ke depan kami juga terus memperketat pengawasan terhadap kelayakan SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan," kata Nurjaeni.
Khusus di Provinsi Papua, sebanyak empat SPPG telah ditutup permanen karena dinilai tidak layak beroperasi.
"Sementara SPPG yang mengalami kejadian menonjol atau insiden serius akan ditutup sementara untuk dilakukan perbaikan dan baru dapat kembali beroperasi setelah dinyatakan layak oleh dinas kesehatan," ujarnya.
Sebelumnya, BGN bersama Pemerintah Provinsi Papua dan sejumlah instansi terkait meresmikan salah satu SPPG di Kabupaten Jayapura, Papua pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perluasan program MBG sekaligus upaya memastikan layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah 3T. [DR]