Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Diluncurkan, Digelar di Surabaya Februari 2027

Jum'at, 02 Oktober 2026 19:59 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar A. Tawalla, meluncurkan logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya. (IDNVoice/Pemuda Muhammadiyah)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar A. Tawalla, meluncurkan logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya. (IDNVoice/Pemuda Muhammadiyah)

IDNVoice.com - Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah resmi meluncurkan Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Jumat. 

Peluncuran logo menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan menuju permusyawaratan tertinggi Pemuda Muhammadiyah yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar A. Tawalla mengatakan logo tersebut tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga memuat gagasan dan arah gerak organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

"Logo Muktamar XIX ini bukan sekadar lambang visual, melainkan representasi gagasan, arah gerak, dan komitmen Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman," kata Dzulfikar A. Tawalla dalam keterangannya pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Dzulfikar yang juga menjabat Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia turut meresmikan Resepsi Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Menurut dia, peluncuran logo sengaja disatukan dengan peringatan Milad KOKAM untuk kembali menegaskan peran organisasi tersebut di tengah masyarakat.

"Di saat yang sama, kita menyatukannya dengan Resepsi Milad KOKAM untuk menegaskan kembali posisi KOKAM sebagai pilar ketahanan, pengabdian, dan kesiapsiagaan kader di tengah masyarakat," ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PP Pemuda Muhammadiyah, PWM Jawa Timur, alumni Pemuda Muhammadiyah, pimpinan KOKAM, serta kader dari berbagai daerah.

Logo Penuh Filosofi

Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah memiliki sejumlah filosofi yang menggambarkan semangat kader dan arah gerak organisasi.

Salah satunya adalah simbol tugu yang melambangkan negarawan muda dengan keteguhan, keberanian, dan cita-cita tinggi generasi muda.

Kemudian, dua tangan pada logo dimaknai sebagai simbol merawat persatuan melalui keterbukaan, pengayoman, perlindungan, kolaborasi, dan ukhuwah.

Adapun sinar yang mengelilingi tugu menggambarkan sembilan kobaran api. Sembilan kobaran tersebut melambangkan delapan penjuru Nusantara yang berhimpun pada satu titik pusat persatuan di Surabaya.

Nyala api juga dimaknai sebagai semangat tajdid atau pembaruan dan pencerahan, sekaligus keberanian mengambil peran dalam menghadirkan perubahan.

Milad KOKAM Jadi Momentum Pengabdian

Selain peluncuran logo, peringatan Milad ke-61 KOKAM menjadi momentum untuk mengingat kembali rekam jejak pengabdian organisasi tersebut.

KOKAM selama ini terlibat dalam pengawalan ulama, menjaga persyarikatan, serta aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Anang Nafi`uzzaki menyampaikan rasa syukur karena Jawa Timur mendapat amanah menjadi tuan rumah Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah.

"Atas nama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur beserta seluruh kader di 38 Kabupaten/Kota, kami menyatakan siap menyambut dengan penuh kegembiraan dan kehangatan kehadiran para utusan, pimpinan, dan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh pelosok Tanah Air," ujarnya.

PWPM Jawa Timur berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik, dengan prinsip murni dan memuliakan tamu. Mereka juga berkomitmen menghadirkan suasana permusyawaratan yang nyaman, kondusif, serta menggembirakan.

Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 25-29 Sya`ban 1448 Hijriah atau 2-6 Februari 2027 di Surabaya, Jawa Timur. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid