IDNVoice.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mendapat pengakuan atas transformasi digital di sektor kesehatan. Ekosistem SATUSEHAT berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni IN-Apps Digital Award 2026 di tingkat nasional dan Digital@UNGA Awards 2026 di tingkat global.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran SATUSEHAT dalam mendukung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus mengintegrasikan puluhan ribu fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkes Eko Sulistijo mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pengembangan ekosistem digital kesehatan yang dilakukan Kemenkes.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Kemenkes RI melalui SATUSEHAT Mobile dalam mendukung pelaksanaan program CKG. Capaian ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi digital yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat” ujar Eko di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam IN-Apps Digital Awards 2026, SATUSEHAT Mobile terpilih sebagai pemenang kategori Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional. Penghargaan tersebut diberikan atas perannya dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya CKG.
Melalui SATUSEHAT Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai tahapan layanan CKG. Mulai dari pendaftaran, pemilihan jadwal dan lokasi pemeriksaan, skrining mandiri, hingga mendapatkan rapor hasil pemeriksaan.
Hingga 31 Juli 2026, program CKG telah menjangkau 73,8 juta penduduk. Jumlah tersebut terdiri atas 62,7 juta peserta yang menjalani skrining melalui puskesmas dan komunitas serta 11,1 juta anak melalui program CKG Sekolah.
Tidak hanya mendukung akses pemeriksaan kesehatan, SATUSEHAT juga terus diperluas untuk mengintegrasikan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Per 31 Juli 2026, sebanyak 42.337 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia telah terintegrasi dengan SATUSEHAT untuk mendukung interoperabilitas data Rekam Medis Elektronik (RME),” kata Eko.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem data kesehatan yang saling terhubung sehingga informasi kesehatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan yang lebih terintegrasi.
Pengakuan terhadap SATUSEHAT tidak hanya datang dari tingkat nasional. SATUSEHAT Platform juga meraih posisi runner-up pada kategori Digital Government dalam Digital@UNGA Awards 2026.
SATUSEHAT Platform menjadi satu-satunya finalis dari Indonesia dalam kompetisi tersebut. Ajang itu diikuti sekitar 1.500 inovasi dari 146 negara.
Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes Asnawi Abdullah di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York pada Senin, 21 September 2026.
Menurut Eko, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan SATUSEHAT Platform sebagai sistem informasi kesehatan nasional.
“Pengakuan di ajang penghargaan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus memperkuat transformasi digital dan integrasi data kesehatan melalui SATUSEHAT,” tambah Eko.
Dua penghargaan tersebut, lanjut Eko, semakin memperkuat langkah Kemenkes dalam membangun ekosistem kesehatan digital yang semakin kuat, tangguh, dan inklusif.
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan pemanfaatan teknologi dan data kesehatan dapat mendukung layanan kesehatan yang semakin terintegrasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. [DR]