21 Siswa SD di Pati Mual dan Pusing Usai Minum Susu dalam Paket MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 21:22 WIB
 Para siswa sekolah dasar yang mengalami gejala kesehatan diduga usai mengonsumsi susu MBG mendapatkan perawatan di UPTD Puskesmas Jakenan pada Rabu, 30 September 2026. (IDNVoice/RRI)
Para siswa sekolah dasar yang mengalami gejala kesehatan diduga usai mengonsumsi susu MBG mendapatkan perawatan di UPTD Puskesmas Jakenan pada Rabu, 30 September 2026. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Sebanyak 21 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi susu kemasan yang menjadi bagian dari paket Makan Bergizi Gratis (MBG) Pada, Rabu 30 September 2026.

Keluhan tersebut muncul setelah para siswa menyantap paket MBG yang diterima sekolah. Petugas sekolah kemudian membawa enam siswa ke Puskesmas Jakenan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Sementara itu, 15 siswa lainnya memilih beristirahat di rumah masing-masing karena mengalami keluhan serupa.

Petugas Puskesmas Jakenan yang melakukan penelusuran ke sekolah menemukan bahwa para siswa yang mengeluh mengalami gejala serupa setelah meminum susu yang terdapat dalam paket MBG.

Orang tua siswa kelas 5, Septi, mengaku anaknya sudah berada di puskesmas ketika dirinya tiba di sekolah.

Ia mengatakan, anaknya mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi susu. Selain itu, sang anak juga mengeluhkan rasa susu yang pahit dan kecut.

“Anak saya pusing dan mual sejak pukul 10.00 WIB setelah minum susu. Saya sangat khawatir karena kejadian ini mengancam jiwa anak,” katanya dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.

Diketahui, sekolah tersebut mendapatkan suplai paket MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

Para orang tua siswa berharap adanya evaluasi terhadap pelaksanaan dan distribusi MBG, khususnya makanan dan minuman yang diberikan kepada anak-anak, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Enam Siswa Jalani Observasi Medis

Perawat Puskesmas Jakenan, Yuliati, mengatakan enam siswa yang dibawa ke fasilitas kesehatan telah mendapatkan penanganan dan menjalani observasi selama sekitar dua jam.

Kondisi keenam siswa tersebut kemudian dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang.

“Anak-anak mengeluh pusing, mual, lemas, dan muntah setelah minum susu kemasan. Kami langsung memberikan obat antimuntah hingga kondisi mereka stabil,” ujar Yuliati.

Menurut Yuliati, kemasan susu yang diperiksa masih dalam kondisi utuh dan tercantum tanggal kedaluwarsa Juni 2027.

Meski demikian, petugas telah mengirimkan sampel susu tersebut kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keluhan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi susu dalam paket MBG. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid