PWNU Jatim Resmi Usung Gus Kikin Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Selasa, 21 Juli 2026 20:25 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau us Kikin. (IDNVoice/PP Tebuireng)
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau us Kikin. (IDNVoice/PP Tebuireng)

IDNVoice.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi menugaskan Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 yang akan digelar di Jombang.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Matin menegaskan pencalonan tersebut merupakan keputusan organisasi yang lahir melalui mekanisme internal, bukan atas keinginan pribadi Gus Kikin.

"PWNU Jawa Timur menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35," katanya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan keputusan itu merupakan hasil serangkaian rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur yang dilakukan secara bertahap. Setelah itu, dibentuk tim kecil untuk mematangkan usulan pencalonan sebelum diputuskan secara resmi.

Menurutnya, sebelum menetapkan keputusan, PWNU Jawa Timur juga meminta pandangan seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

Hasilnya, sebanyak 45 PCNU di Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap penugasan Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU.

"Alhamdulillah seluruh PCNU se-Jawa Timur sepakat berada dalam satu barisan untuk mengusung Kiai Abdul Hakim Mahfudz sebagai calon Ketua Umum PBNU," ujarnya.

PWNU Jawa Timur menyebut pencalonan Gus Kikin didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya adalah komitmen Gus Kikin untuk mengembalikan arah jam`iyah agar tetap berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy`ari.

Selain itu, Gus Kikin dinilai memiliki visi membangun tata kelola organisasi yang lebih teduh, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah nahdliyah, serta menjaga persatuan warga NU dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Dari sisi pengalaman, PWNU Jatim menilai Gus Kikin memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin organisasi. Ia pernah menjadi pengurus PBNU, saat ini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, serta telah mengikuti proses kaderisasi yang menjadi salah satu syarat kepemimpinan di lingkungan NU.

Menurut Abdul Matin, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa NU menjadi organisasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren dan tradisi keulamaan.

Tak hanya itu, PWNU Jawa Timur juga menilai kemandirian ekonomi yang dimiliki Gus Kikin menjadi nilai tambah karena dinilai mampu memperkuat organisasi tanpa dibayangi kepentingan pribadi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid