Jadi Korban Penipuan Gibran, Anwar Ibrahim Sebut Nilai Investasi KWAP Capai Rp880 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 08:06 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, saat melakukan kampanye di Bilik Gerakan Satelit N44 Larkin, Johor Bahru, pada 5 Maret 2022. (IDNVoice/Malaymail-Hari Anggara)
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, saat melakukan kampanye di Bilik Gerakan Satelit N44 Larkin, Johor Bahru, pada 5 Maret 2022. (IDNVoice/Malaymail-Hari Anggara)

IDNVoice.com - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dana pensiun Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), menjadi salah satu korban dugaan penipuan terencana dalam investasi pada startup agritech asal Indonesia, eFishery. Nilai investasi KWAP di perusahaan tersebut mencapai hampir RM200 juta atau sekitar Rp880 miliar.

Dalam jawaban tertulis di parlemen yang dikutip The Edge Malaysia pada Jumat (17 Juli 2026), Anwar menjelaskan keputusan investasi dilakukan melalui mekanisme evaluasi dan tata kelola yang berlaku dengan mengacu pada informasi yang tersedia saat itu, termasuk laporan keuangan yang telah diverifikasi auditor internasional.

"Keputusan tersebut melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar.

Ia menambahkan, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga telah melakukan uji tuntas (due diligence) secara independen sebelum memutuskan berinvestasi.

"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas secara independen untuk memastikan seluruh informasi lengkap dan valid sebagai bahan pertimbangan investasi," lanjutnya.

Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan bentuk penipuan yang telah direncanakan sebelumnya. Menurutnya, manajemen eFishery melakukan manipulasi laporan keuangan sehingga tidak hanya merugikan KWAP, tetapi juga sejumlah investor institusi internasional lainnya.

"Namun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegasnya.

Anwar menyebut sejumlah investor besar dunia juga turut menanamkan modal di eFishery, di antaranya Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

Pada 2023, eFishery diketahui memperoleh pendanaan Seri D senilai US$200 juta. Dari jumlah tersebut, KWAP menginvestasikan sekitar US$47,7 juta atau setara RM194,35 juta.

Pernyataan Anwar merupakan jawaban atas pertanyaan anggota parlemen dari Subang, Wong Chen, yang meminta penjelasan mengenai langkah pertanggungjawaban terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait proses persetujuan dan pengawasan investasi di eFishery.

Anwar mengatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah menempuh langkah hukum untuk mengupayakan pemulihan dana yang telah diinvestasikan.

Selain itu, KWAP juga melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi. Hasil evaluasi tersebut telah disampaikan kepada dewan KWAP untuk dibahas lebih lanjut.

"Setelah pembahasan tersebut, tindakan lanjutan telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola kelembagaan dan prinsip akuntabilitas," katanya.

Anwar menegaskan KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel.

"KWAP tetap berkomitmen untuk mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap investasi di masa depan," tambah Anwar. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid