Iran Tangguhkan Komitmen Memorandum Perdamaian, Tuding AS Langgar Kesepakatan

Minggu, 19 Juli 2026 07:33 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. (IDNVoice/RII)
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. (IDNVoice/RII)

IDNVoice.com - Pemerintah Iran memutuskan menangguhkan komitmennya terhadap memorandum perdamaian setelah menilai Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan yang sebelumnya dicapai. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars pada Sabtu, Gharibabadi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena Amerika Serikat dinilai tidak lagi menjalankan kewajibannya dalam kerangka Memorandum Islamabad.

"AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad," kata Gharibabadi pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia menegaskan bahwa sebagai respons atas tindakan tersebut, Iran juga menghentikan pelaksanaan seluruh komitmennya dalam memorandum tersebut.

"Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini," tambahnya.

Pernyataan itu muncul di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat setelah kedua negara belum menghentikan aksi saling serang yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Eskalasi militer tersebut terjadi meskipun pada Juni lalu kedua pihak telah menandatangani Memorandum Islamabad, sebuah kesepakatan perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian permanen yang berkelanjutan.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan implementasi memorandum tersebut menghadapi hambatan serius setelah kedua negara kembali terlibat dalam aksi militer yang memperburuk situasi kawasan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid