Serangan Israel Hantam Pasar di Dekat Kamp Nuseirat, Delapan Warga Palestina Tewas

Sabtu, 18 Juli 2026 15:06 WIB
Ilustrasi: Warga Palestina dari tempat pengungsian disambut dengan kehancuran parah wilayah yang semula menjadi lokasi rumah mereka di Gaza City, Jalur Gaza. (IDNVoice/Anadolu Agency)
Ilustrasi: Warga Palestina dari tempat pengungsian disambut dengan kehancuran parah wilayah yang semula menjadi lokasi rumah mereka di Gaza City, Jalur Gaza. (IDNVoice/Anadolu Agency)

IDNVoice.com - Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, Jumat (17 Juli 2026).

Informasi tersebut disampaikan pengelola Kompleks Medis Al-Awda yang menerima para korban usai serangan terjadi.

"Delapan korban tewas dan 20 korban luka dibawa ke Kompleks Medis Al-Awda setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat kamp Nuseirat," demikian pernyataan fasilitas kesehatan tersebut.

Serangan itu terjadi di tengah masih berlakunya gencatan senjata tahap pertama yang disepakati Israel dan Hamas. Pada 9 Oktober 2025, kedua pihak, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki, menyetujui pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepakatan tersebut mulai berlaku sehari kemudian dengan diberlakukannya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Berdasarkan perjanjian itu, pasukan Israel menarik diri ke garis yang dikenal sebagai Yellow Line atau Garis Kuning. Meski demikian, Israel disebut masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Namun, situasi keamanan di wilayah tersebut masih terus memanas. Menurut otoritas Palestina, lebih dari 1.000 warga Palestina telah meninggal dunia dan sekitar 3.200 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak gencatan senjata mulai diberlakukan.

Otoritas Palestina juga melaporkan bahwa sejak eskalasi konflik kembali meningkat pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas telah melampaui 73.000 orang, sementara lebih dari 173.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan terbaru di dekat kamp pengungsi Nuseirat kembali menambah daftar panjang korban sipil di Jalur Gaza, di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk mempertahankan gencatan senjata dan mendorong penyelesaian konflik. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid