Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 2.645 Orang, Ribuan Personel Penyelamat Masih Dikerahkan

Sabtu, 04 Juli 2026 13:03 WIB
Seorang wanita duduk di puing-puing sebuah bangunan yang runtuh di Caraballeda, negara bagian La Guaira, Venezuela. (IDNVoice/Xinhua)
Seorang wanita duduk di puing-puing sebuah bangunan yang runtuh di Caraballeda, negara bagian La Guaira, Venezuela. (IDNVoice/Xinhua)

IDNVoice.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Jumat (3 Juli 2026), korban tewas tercatat mencapai 2.645 orang, sementara 12.666 orang lainnya mengalami luka-luka.

Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemerintah terus mengintensifkan operasi penyelamatan dan penanganan korban di berbagai wilayah terdampak.

Rodriguez, yang juga memimpin pusat komando kamp pengungsian sementara, menyampaikan dalam pembaruan yang diunggah melalui Telegram bahwa sebanyak 6.462 orang berhasil diselamatkan sejak bencana terjadi. Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada 86.117 keluarga yang terdampak.

Di sektor infrastruktur, dampak gempa juga sangat besar. Sebanyak 885 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara 189 bangunan lainnya runtuh akibat kuatnya guncangan.

"Sebanyak 885 bangunan mengalami kerusakan dan 189 bangunan lainnya runtuh," ujar Rodriguez.

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, pemerintah telah mendirikan 59 kamp pengungsian sementara yang menampung warga terdampak bencana.

Rodriguez juga mengungkapkan bahwa aktivitas seismik masih terus berlangsung. Sejak dua gempa bumi dahsyat tersebut terjadi, Venezuela telah mencatat sebanyak 890 gempa susulan yang terus memengaruhi wilayah terdampak.

Dalam upaya mempercepat penanganan keadaan darurat, sebanyak 3.305 personel penyelamat internasional bersama 29.567 petugas tanggap darurat masih disiagakan dan dikerahkan di berbagai wilayah Venezuela.

Pemerintah Venezuela terus memfokuskan upaya pada pencarian korban, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid