Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Picu Ribuan Kematian Tambahan, Data Masih Bersifat Sementara

Jum'at, 03 Juli 2026 21:05 WIB
Gelombang panas ekstrem `membara` di sejumlah wilayah di Prancis menyebabkan sekitar 2 ribu orang tewas dalam sepekan. (IDNVoice/Reuters-Abdul Saboor)
Gelombang panas ekstrem `membara` di sejumlah wilayah di Prancis menyebabkan sekitar 2 ribu orang tewas dalam sepekan. (IDNVoice/Reuters-Abdul Saboor)

IDNVoice.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis pada akhir Juni 2026 diduga menyebabkan lonjakan angka kematian. Data awal Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) menunjukkan terdapat 2.025 kematian tambahan selama periode gelombang panas tersebut.

Laporan yang dikutip Stasiun Televisi BFM TV pada Jumat menyebutkan, hampir 9.000 kematian tercatat secara digital di Prancis selama periode 22 hingga 28 Juni 2026.

Lonjakan angka kematian itu bertepatan dengan puncak gelombang panas besar yang melanda sebagian besar wilayah Prancis, ketika suhu udara di banyak daerah menembus 35 derajat Celsius.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena sistem sertifikat kematian elektronik belum mencakup seluruh kasus kematian di negara tersebut.

Menurutnya, data yang tersedia saat ini masih memerlukan pembaruan seiring masuknya laporan dari berbagai wilayah.

Pihak berwenang juga mengingatkan agar data tersebut ditafsirkan secara hati-hati karena kemungkinan belum sepenuhnya menggambarkan besarnya dampak gelombang panas yang terjadi.

Dijelaskan pula bahwa sistem sertifikat kematian elektronik baru mencakup sekitar 60 persen dari seluruh kematian di Prancis, dengan tingkat cakupan yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Prancis dalam beberapa hari terakhir menghadapi suhu yang sangat tinggi akibat gelombang panas, dengan sejumlah wilayah mencatat temperatur di atas 35 derajat Celsius, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid