Usai Pelatiihan, Kemenkop Tempatkan 30.000 Manajer KDKMP Mulai Awal Agustus

Jum'at, 03 Juli 2026 11:55 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. (IDNVoice/Instagram-ferry.juliantono)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. (IDNVoice/Instagram-ferry.juliantono)

IDNVoice.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih mulai ditempatkan di berbagai daerah pada pekan pertama Agustus 2026, setelah menyelesaikan program latihan bela negara yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan seluruh calon manajer ditargetkan menuntaskan pelatihan bela negara pada awal Agustus sebelum langsung menjalankan tugas di Kopdeskel Merah Putih.

"Jadi Insya Allah nanti awal-awal Agustus itu sudah selesai mereka mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang juga bersamaan dengan pembangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapan yang sudah selesai dibangun," ujar Ferry dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut Ferry, penempatan para manajer akan disesuaikan dengan daerah asal masing-masing agar dapat mempercepat proses adaptasi dan pengelolaan koperasi di wilayahnya.

"Nanti disesuaikan dengan asal daerahnya mereka masing-masing, mulai ditempatkan awal tanggal minggu pertama bulan Agustus," jelasnya.

Pada tahap awal, Kemenkop masih memfokuskan kebutuhan sebanyak 30.000 manajer. Jumlah tersebut akan bertambah secara bertahap seiring rampungnya pembangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdeskel Merah Putih di berbagai daerah.

"Sampai sekarang masih 30 ribu (manajer), kan nanti bertahap baru setelah itu nanti tahun depan seiring dengan proses pembangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menjelaskan Kemenkop telah menyiapkan 12 modul pelatihan manajerial yang akan diberikan kepada para calon manajer. Materi pelatihan mencakup manajemen perkoperasian, tata kelola koperasi, digitalisasi, hingga praktik terbaik koperasi yang berhasil menembus pasar ekspor.

"Itu yang kemudian akan kita berikan kepada mereka sebagai motivasi bahwasannya Koperasi Desa Merah Putih manakala nanti dikelola secara profesional bisa pada tahapnya menjadi lembaga yang profesional dan profit," ujar Farida.

Ia menambahkan pelatihan manajerial tetap dilaksanakan di lokasi pendidikan dan pelatihan yang selama ini digunakan, namun kurikulum dan tenaga pengajarnya berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para calon manajer juga akan memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Ini semata-mata untuk menjawab keraguan publik bahwasannya pelatihan ini bukanlah pelatihan yang ala kadarnya atau seremonial belaka tetapi kurikulumnya memang sudah kita koordinasikan dengan lembaga terkait yang memang memiliki kewenangan terkait dengan sertifikasi profesi khususnya manajer," tutur Farida. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid