Targetkan Jadi Produk Nasional, Kemenkes Dukung Riset PCR TBC RSUP Persahabatan

Kamis, 02 Juli 2026 13:29 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. (ANTARA/Mecca Yumna)
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. (ANTARA/Mecca Yumna)

IDNVoice.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan komitmennya mendukung penelitian Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan skrining sekaligus mempercepat target eliminasi TBC di Indonesia.

Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus saat mengunjungi RSUP Persahabatan di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.

"Kami ingin mendukung programnya dalam penelitian. Mana yang berdampak produksinya harus jadi produksi nasional. Tadi kalau PCR TBC sudah bisa, kenapa kita gak support?" katanya.

Menurutnya, RSUP Persahabatan telah menginisiasi berbagai penelitian yang dinilai menjanjikan. Karena itu, ia meminta rumah sakit tersebut menentukan riset unggulan yang memiliki potensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus kapasitas produksi dalam negeri. Pemerintah, lanjutnya, siap menyusun dukungan anggaran penelitian.

"Kalau itu sudah selesai tahun ini, tahun depan kita pake buat piloting. Misalnya di 2 atau 3 provinsi secara masif PCR dari RS Persahabatan," ujarnya.

Ia menilai Indonesia sudah saatnya fokus mengembangkan produk-produk kesehatan buatan dalam negeri yang mampu bersaing di tingkat global. Ia mencontohkan Universitas Andalas (Unand) yang telah mengembangkan penelitian mengenai Tes Interferon-Gamma Release Assay (IGRA) untuk mendeteksi infeksi TBC laten.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan eliminasi TBC secara nasional.

Selain menjadi pusat penelitian, RSUP Persahabatan juga berperan sebagai pusat pendidikan dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Rumah sakit itu disebut telah mencetak sekitar 25 persen dokter spesialis paru di Indonesia.

Benjamin menegaskan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar dalam mempercepat penanggulangan TBC.

"Indonesia juga punya SDM yang bagus. Kita buktikan dengan penelitian lalu kerja sama," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes juga memastikan pemerintah akan membantu penyediaan alat kesehatan terbaik bagi RSUP Persahabatan agar rumah sakit tersebut dapat berkembang menjadi pusat terapi respirasi terbaik di dunia.

Sementara itu, ia mengungkapkan capaian penelusuran atau tracing pasien TBC terus menunjukkan perkembangan. Sepanjang 2025, tracing telah menjangkau sebanyak 867 ribu orang, sedangkan hingga pertengahan 2026 jumlahnya telah mendekati 400 ribu orang. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid