Perkuat Kualitas MBG di Daycare, Mendukbangga: Menu Disesuaikan dengan Kebutuhan Gizi Balita

Sabtu, 27 Juni 2026 14:15 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji saat memberikan keterangan pers di Taman Asuh Adikku Bantul, D.I. Yogyakarta pada Jumat, 26 Juni 2026. (IDNVoice/Polres Bantul)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji saat memberikan keterangan pers di Taman Asuh Adikku Bantul, D.I. Yogyakarta pada Jumat, 26 Juni 2026. (IDNVoice/Polres Bantul)

IDNVoice.com - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji meminta menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di tempat penitipan anak (daycare) disesuaikan dengan usia serta kebutuhan gizi anak agar lebih mudah dikonsumsi dan memberikan manfaat optimal.

Permintaan tersebut disampaikan Wihaji saat mengunjungi Taman Asuh Adiku di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.

"Saya meminta kalau bisa menunya itu perlu disesuaikan dengan usia balita agar mudah dikonsumsi. Jika menu kurang sesuai, pengelola Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare bisa berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Wihaji pada Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menegaskan Kemendukbangga/BKKBN telah menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga daycare yang berada dalam wilayah layanan SPPG dapat memperoleh manfaat Program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang masuk Kelompok 3B.

"Fokus kita kini sedang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan MBG, termasuk kualitas menu," ujar Mendukbangga Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga mengapresiasi PT Yogya Tembakau Indonesia (YTI) yang membangun daycare berkualitas dengan fasilitas pengasuh tersertifikasi serta pemantauan tumbuh kembang anak oleh dokter secara rutin setiap bulan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT YTI atas komitmennya menyediakan daycare. Lokasi daycare ini sudah dibuat terpisah dari area pabrik demi keamanan anak agar tidak terpapar bahan-bahan kimia dan lain sebagainya. Anak-anak yang dititipkan ini merupakan anak karyawan YTI yang rata-rata adalah perempuan," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT YTI Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono mengatakan Taman Asuh Adiku dibangun sebagai bentuk dukungan perusahaan kepada para pekerja yang memiliki anak usia tumbuh kembang.

"Taman Asuh Adiku merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan ramah anak. Program ini tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi para pekerja, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan anak," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Taman Asuh Adiku menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga para pekerja.

"Keberadaan Taman Asuh Adiku ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ketika kebutuhan keluarga mendapatkan perhatian, maka semangat kerja, loyalitas, dan produktivitas karyawan akan semakin meningkat," tutur Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid