Breaking News! Peserta Latsarmil SPPI KDKMP yang Meninggal Bertambah Jadi Empat

Jum'at, 26 Juni 2026 12:42 WIB
Novia Rahmadani Sihotang (25), warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, saat mengikuti kegiatan Latsarmil program SPPI KDKMP, yang diadakan Kementerian Pertahanan RI di Jakarta. Novia dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 3206. (IDNVoice/Dok. Keluarga Novia Rahmadani)
Novia Rahmadani Sihotang (25), warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, saat mengikuti kegiatan Latsarmil program SPPI KDKMP, yang diadakan Kementerian Pertahanan RI di Jakarta. Novia dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 3206. (IDNVoice/Dok. Keluarga Novia Rahmadani)

IDNVoice.com - Jumlah peserta latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal dunia kembali bertambah. Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi satu peserta lagi meninggal dunia, sehingga total korban wafat menjadi empat orang.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan peserta yang meninggal tersebut bernama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

"Kemhan menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, salah satu peserta Program SPPI KDKMP Tahun 2026 yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465," kata Rico dikutip dari Antara pada Jumat, 26 Juni 2026

Rico menjelaskan Rifki sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat dini hari.

Menurutnya, Rifki mengalami sesak napas saat mengikuti kegiatan latsarmil pada Kamis (25 Juni 2026). Saat itu, tim kesehatan Satdik Yon Parako 465 langsung memberikan penanganan.

"Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, yang bersangkutan sempat kembali mengikuti aktivitas," ujar Rico.

Namun, di tengah kegiatan pendidikan, kondisi kesehatan Rifki kembali memburuk sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," katanya.

Rico menambahkan, Rifki bersama peserta lainnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latihan dasar kemiliteran.

Meski demikian, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga kini, Rifki menjadi peserta keempat yang meninggal dunia selama mengikuti latsarmil SPPI KDKMP.

Bertambahnya jumlah peserta yang meninggal menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program latsarmil SPPI KDKMP, sementara Kemhan menyatakan akan melakukan evaluasi untuk memastikan keselamatan peserta selama menjalani pendidikan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid