Dukung Fokus Program MBG, Cak Imin: Prioritas B3 Langkah Tepat Tekan Stunting

Selasa, 23 Juni 2026 14:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar. (IDNVoice/X-Kemenko PM)
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar. (IDNVoice/X-Kemenko PM)

IDNVoice.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendukung langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menetapkan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.

Menurutnya, kebijakan yang menempatkan kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) sebagai fokus utama merupakan langkah tepat untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Saya melihat skala prioritas, yaitu ibu menyusui, ibu hamil, balita, itu skala prioritas yang paling tepat. Sehingga yang lain sebelum skala prioritas harus merelakan demi upaya mengatasi stunting lebih efektif dan cepat," kata Muhaimin di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ketua Umum PKB yang akrab disapa Cak Imin itu menilai kelompok tersebut merupakan sasaran yang paling membutuhkan intervensi gizi karena berkaitan langsung dengan tumbuh kembang generasi masa depan.

"Kelompok itu yang paling membutuhkan intervensi gizi, karena berhubungan langsung dengan pembentukan kualitas generasi masa depan. Dengan fokus pada kelompok tersebut manfaat Program MBG dapat dirasakan lebih efektif dan berdampak langsung terhadap upaya pencegahan stunting," ujarnya.

Meski demikian, Muhaimin menegaskan penetapan kelompok prioritas tidak berarti pemerintah mengabaikan kelompok penerima manfaat lainnya. Menurutnya, dalam kondisi tertentu pemerintah perlu memastikan kelompok yang paling rentan mendapatkan perhatian utama agar tujuan program dapat dicapai secara optimal.

"Namun dalam situasi tertentu, pemerintah perlu memastikan bahwa kelompok yang paling rentan memperoleh perhatian utama agar tujuan program dapat tercapai secara optimal," katanya.

Selain soal penentuan sasaran penerima manfaat, Muhaimin juga menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan tata kelola kelembagaan dalam pelaksanaan Program MBG. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat duduk bersama untuk mencari solusi demi memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden.

"Di sisi yang lain, manajemen dan tata kelola kelembagaan yang ada, sekaligus saya berharap kepada semua pihak yang telah terlibat untuk duduk bersama memberikan solusi agar efektif betul sesuai sasaran yang diperintahkan oleh Presiden," kata Muhaimin.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya BGN melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelaksanaan Program MBG agar manfaatnya semakin optimal dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid