PLTS KDKMP di Pulau Sembur Capai 80 Persen, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Senin, 22 Juni 2026 11:29 WIB
Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. (IDNVoice/Pertamina NRE)
Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. (IDNVoice/Pertamina NRE)

IDNVoice.com - Upaya menghadirkan listrik berbasis energi bersih sekaligus memperkuat ekonomi desa terus dipercepat. PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencatat progres pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kepulauan Riau, yang kini telah mencapai sekitar 80 persen.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengatakan proyek energi terbarukan yang dipadukan dengan program KDKMP tersebut menunjukkan perkembangan signifikan berkat dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.

“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80 persen. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangannya pada Senin, 22 Juni 2026.

Pulau Sembur dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memenuhi sejumlah kriteria utama program KDKMP. Selain telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan dan koperasi yang terbentuk, pulau tersebut hingga kini belum terhubung dengan jaringan listrik.

Pada tahap pertama pembangunan, seluruh panel surya telah terpasang. Sementara itu, sistem baterai yang akan menopang operasional pembangkit juga telah berhasil dikirim dan tiba di lokasi proyek. Ia menjelaskan, tahap awal pembangunan mencakup PLTS berkapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) yang didukung sistem baterai berkapasitas 600 kilo-watt hour (kWh).

“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” katanya.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung yang akan dikelola koperasi setempat. Fasilitas tersebut meliputi cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari.

Keberadaan fasilitas pendukung itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Pulau Sembur.

Pertamina NRE menargetkan seluruh fasilitas dapat beroperasi penuh pada triwulan III tahun 2026. Kehadiran PLTS dan sarana pendukungnya diharapkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di wilayah kepulauan tersebut.

Proyek hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini juga tercatat sebagai PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia. Melalui model tersebut, koperasi tidak hanya menjadi pengguna listrik, tetapi juga berperan sebagai pengelola utama aset energi sekaligus motor penggerak kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan skema itu, manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan dapat kembali kepada anggota koperasi dan warga desa secara berkelanjutan.

“Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi,” ujarnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid