Dari Total 1.158 Dapur SPPG di Lampung, Satgas MBG: Baru 376 yang Memiliki Sertifikat SLHS

Senin, 25 Mei 2026 15:57 WIB
Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times)
Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times)

IDNVoice.com - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung menyatakan sebanyak 376 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Lampung telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Dari total jumlah dapur SPPG yang beroperasi di Provinsi Lampung sebanyak 1.158 unit, untuk yang sudah diterbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi ada sebanyak 376 dapur,” ujar Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Lampung Saipul di Bandarlampung pada Senin, 25 Mei 2026.

Sedangkan dapur SPPG yang dalam proses penerbitan SLHS dan sudah memenuhi segala persyaratan, lanjutnya, ada 416 dapur.

“Sebenarnya secara keseluruhan bila 416 unit dapur yang dalam proses penerbitan SLHS bisa mendapatkan sertifikatnya, maka total dapur SPPG di Lampung yang memiliki SLHS totalnya menjadi 792 dapur SPPG,” katanya.

Sementara untuk dapur SPPG yang dalam permohonan pengajuan SLHS ada sebanyak 534 unit.

“Dari 532 dapur yang tengah mengajukan ini akan didorong agar segera selesai. Sebab sesuai petunjuk teknis dalam jangka waktu satu bulan dari operasional dapur harus memiliki SLHS. Ternyata pengurusannya tidak mudah dan memerlukan sejumlah tahapan jadi kita bantu awasi setiap tahapanya,” ucap Saipul.

Dalam proses pengajuan SLHS, kata dia, banyak dapur SPPG yang terkendala dalam pengujian air serta Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Kebanyakan dari dapur ini IPAL-nya kurang standar dan biaya untuk pembuatannya pun cukup mahal. Namun ini jadi hal wajib yang harus dipenuhi untuk menjamin keselamatan penerima manfaat, sehingga kami terus mendorong agar segala proses bisa sesuai dengan standar aturan yang berlaku,” katanya.

Pihaknya pun terus melakukan pendampingan agar makin banyak dapur SPPG yang bisa memiliki SLHS untuk menjamin kualitas makanan yang akan didistribusikan kepada sasaran. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid