BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 KDKMP, Target Perluasan hingga 8.000 Titik

Jum'at, 16 Oktober 2026 14:08 WIB
Perum BULOG terus memperkuat dukungannya terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (IDNVoice/Perum BULOG)
Perum BULOG terus memperkuat dukungannya terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (IDNVoice/Perum BULOG)

IDNVoice.com – Perum BULOG memperkuat dukungan terhadap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pemanfaatan koperasi sebagai titik serah Bantuan Pangan. Hingga kini, penyaluran beras SPHP telah tuntas di 107 titik KDKMP dengan total volume mencapai 53,5 ton.

Beras tersebut setara dengan 10.700 kemasan berukuran 5 kilogram. Seluruh penyaluran ke 107 titik yang tersebar di tujuh provinsi itu telah terealisasi 100 persen.

Realisasi penyaluran meliputi Jawa Tengah sebanyak 47 KDKMP, Jawa Timur 42 KDKMP, Lampung lima KDKMP, DKI Jakarta empat KDKMP, Jawa Barat empat KDKMP, Sumatera Selatan empat KDKMP, dan Banten satu KDKMP.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BULOG memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dukungan BULOG terhadap penguatan KDKMP turut ditegaskan dalam kunjungan dan peninjauan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Nuzran Joher, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap program bantuan dan subsidi.

"KDKMP dibangun agar perekonomian tumbuh di desa. KDKMP juga akan menyalurkan berbagai program bantuan dan subsidi pemerintah, seperti pupuk bersubsidi, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan beras, beras SPHP, LPG 3 kilogram, minyak goreng, serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, KDKMP juga akan berperan sebagai agen bank-bank Himbara," ujar Zulkifli Hasan pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Melalui fungsi tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyediaan bahan pokok, tetapi juga pusat pelayanan berbagai program pemerintah. Integrasi layanan ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi, memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari, serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung KDKMP sebagai saluran distribusi pangan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

BULOG berkomitmen menjaga ketersediaan beras SPHP agar operasionalisasi koperasi dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

"Kami mendukung penuh kesiapan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan koperasi dengan tidak membatasi kuota pemesanan beras SPHP bagi KDKMP, serta terus memperkuat koordinasi agar proses pemesanan, pengiriman, dan pelayanan dapat berjalan dengan lancar," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BULOG tengah melanjutkan proses pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP. Jumlah itu ditargetkan diperluas secara bertahap hingga mencapai 8.000 titik.

Perluasan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta ketentuan penugasan pemerintah. Dengan demikian, distribusi beras diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah secara berkelanjutan.

Selain menyalurkan beras SPHP, BULOG memanfaatkan KDKMP sebagai salah satu lokasi penyerahan Bantuan Pangan kepada masyarakat.

Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 KDKMP di lima provinsi telah terealisasi sebagai titik serah bantuan. Rinciannya meliputi 16 titik di Jawa Timur, lima titik di Jawa Barat, empat titik di Jawa Tengah, dua titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan satu titik di Sulawesi Selatan.

Pelibatan koperasi dalam penyaluran bantuan dilakukan dengan tetap mengutamakan ketepatan sasaran. Setiap penyerahan bantuan harus melalui verifikasi identitas dan kesesuaian data penerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.

BULOG juga menerapkan pelaksanaan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan operasional setiap koperasi. Sementara itu, penyaluran di wilayah yang KDKMP-nya belum siap menjadi titik serah tetap dilakukan melalui mekanisme reguler.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada koperasi untuk meningkatkan kesiapan dan kapasitas operasionalnya.

Dalam mendukung keberlanjutan program, BULOG terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi tersebut mencakup ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta pelayanan di lapangan. Sinergi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN dinilai penting untuk memperkuat KDKMP sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok yang terintegrasi dengan program pangan pemerintah.

Melalui perluasan penyaluran beras SPHP dan pemanfaatan KDKMP sebagai titik serah Bantuan Pangan, BULOG berkomitmen menjadikan koperasi sebagai mitra strategis dalam mendekatkan pelayanan pangan kepada masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan, memperluas akses terhadap beras dengan harga terjangkau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid