Kementerian UMKM Bantu UMKM Aceh Bangkit Pascabencana, Penjualan Keuneubah Endatu Tembus 100 Kotak per Hari

Kamis, 15 Oktober 2026 13:14 WIB
Sejumlah pelaku UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026. (IDNVoice/Kementerian UMKM)
Sejumlah pelaku UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026. (IDNVoice/Kementerian UMKM)

IDNVoice.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar digital bagi pelaku UMKM terdampak bencana di Aceh. Melalui fasilitasi pemasaran digital dan kolaborasi layanan logistik, pemerintah berupaya mempercepat pemulihan usaha sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindiya mengatakan, pemulihan usaha pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kemampuan produksi. Pelaku UMKM juga membutuhkan akses pasar yang lebih luas agar dapat kembali memperoleh pendapatan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh, Selasa. 

Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan dukungan untuk membangun toko digital yang terintegrasi dengan ekosistem lokapasar (marketplace). Fasilitas tersebut memungkinkan pelaku usaha menampilkan produk secara lebih menarik sekaligus menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya.

"Kami ingin digitalisasi memberikan hasil nyata bagi pengusaha UMKM. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar harus semakin mudah ditemukan konsumen melalui kanal digital, sehingga peluang transaksi dan peningkatan penjualan semakin terbuka," kata Ari dalam keterangan resminya pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pengembangan landing page bersama berbagai lokapasar telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM dengan capaian penjualan lebih dari 45 juta produk.

Menurut Ari, capaian tersebut menunjukkan bahwa perdagangan digital memiliki potensi besar untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan transaksi, dan memulihkan kegiatan usaha setelah terdampak bencana.

Fasilitasi pemasaran digital ini menyasar pelaku UMKM di Kota Banda Aceh serta wilayah koordinasi Aceh 5, yang meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain memperluas akses pasar digital, Kementerian UMKM menggandeng J&T Express melalui program Jawara Lokal untuk mendukung pengembangan usaha dan distribusi produk UMKM.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM terpilih berdasarkan proses kurasi bersama Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh memperoleh dana pengembangan usaha masing-masing sebesar Rp15 juta.

Peserta juga mendapatkan potongan ongkos kirim sebesar 30 persen, akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan logistik. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengiriman sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk membantu pelaku UMKM mengatasi kendala pemasaran dan distribusi yang dapat menghambat pemulihan usaha setelah bencana.

Dampak dukungan pemasaran digital terhadap pemulihan usaha terlihat dari pengalaman Silfia Safriani, pemilik usaha Keuneubah Endatu asal Kabupaten Pidie Jaya.

Usaha yang dikelolanya sempat terhenti akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Silfia kemudian kembali merintis usahanya pada Februari 2026 dan berupaya membangun kembali pasar bagi produknya.

Ia mengatakan, pemasaran daring membantu produknya menjangkau lebih banyak konsumen. Penjualan yang sebelumnya hanya sekitar satu kotak per hari kini dapat mencapai 100 kotak.

Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya peluang pemasaran digital bagi UMKM untuk kembali berkembang setelah menghadapi gangguan usaha akibat bencana.

Melalui perluasan akses pasar digital, dukungan pembiayaan, promosi, dan layanan logistik, Kementerian UMKM berharap semakin banyak pelaku usaha di Aceh dapat memulihkan aktivitas bisnis, meningkatkan penjualan, serta membangun usaha yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid