Pemerintah Targetkan 35.000 KDMP Rampung Akhir 2026, Zulkifli Hasan Ungkap Alasan Gandeng TNI

Selasa, 13 Oktober 2026 23:19 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, dalam rangka pemantauan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 13 Oktober 2026. (IDNVoice/Pemrov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, dalam rangka pemantauan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 13 Oktober 2026. (IDNVoice/Pemrov Jateng)

IDNVoice.com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mendukung percepatan konstruksi puluhan ribu bangunan koperasi tersebut, pemerintah menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar pembangunan berjalan lebih cepat dan merata.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau kesiapan operasional sejumlah KDKMP di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi kesiapan fasilitas menjelang peluncuran resmi KDKMP secara nasional.

Zulkifli Hasan menjelaskan, pelibatan TNI dalam pembangunan KDKMP dilakukan untuk mengatasi kerumitan birokrasi pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, mekanisme tender konvensional berpotensi memperlambat pembangunan karena adanya proses pemeriksaan apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan proyek.

“Kok tentara ikut-ikut? Lah ini kan banyak. Ngebangun koperasi puluhan ribu gimana caranya? Kalau ditenderin nanti ada yang miring diperiksa lagi sama Kajati, stop dulu. Maka kita kerja sama TNI rata, sama, dan bagus,” ujar Zulkifli Hasan kepada media pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Pemerintah menargetkan pembangunan KDKMP terus bertambah hingga penghujung 2026. Zulkifli Hasan menyebutkan, saat ini sekitar 27.000 bangunan koperasi telah selesai dibangun.

Ia optimistis jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 35.000 unit hingga akhir tahun ini, seiring berlanjutnya pembangunan di berbagai daerah.

“Yang sudah jadi 27.000. Insyaallah akhir tahun bisa jadi 35.000 ya,” ucapnya.

Pembangunan KDKMP menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian desa melalui penyediaan fasilitas koperasi yang diharapkan mampu mendukung distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.

Setiap titik pembangunan KDKMP disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp3 miliar. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia untuk memastikan koperasi dapat beroperasi setelah fasilitasnya selesai.

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu manajer profesional untuk mengelola KDKMP. Para pengelola tersebut telah menjalani pendidikan dan mulai ditempatkan di lokasi tugas masing-masing.

Pemerintah juga menanggung gaji para manajer selama dua tahun pertama masa operasional koperasi.

“Manajernya sudah dikirim, ditempatkan, sudah dididik 29.000 sekian. Jadi manajer sudah 29.000 lebih,” ucapnya.

Kesiapan pengelola menjadi salah satu aspek penting dalam operasionalisasi KDKMP, selain penyelesaian bangunan dan kelengkapan fasilitas pendukung. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid