IDNVoice.com - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus), berupaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski menghadapi keterbatasan pasokan dan modal usaha, koperasi ini tetap melayani anggota maupun masyarakat umum.
Ketua KDKMP Karang Anyar, Siswanto, mengatakan ketersediaan barang dengan harga terjangkau menjadi salah satu fokus utama koperasi. Ia berharap pasokan kebutuhan pokok yang dijual sesuai HET dan harga subsidi dapat dijamin secara rutin setiap pekan.
"HET itu bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik anggota maupun non-anggota. Yang penting jaminan pasokannya setiap minggu untuk barang-barang HET dan subsidi itu sesuai dengan jumlah penduduk di setiap kelurahan," kata Siswanto dikutip dari Antara pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Koperasi yang mulai beroperasi pada 1 Oktober 2025 itu menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari Minyakita, LPG 3 kilogram, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula, tepung, hingga kopi.
Siswanto menyebut Minyakita dijual Rp15.700 per liter, LPG 3 kilogram Rp16.000 per tabung, dan beras SPHP Rp60.000 per kemasan lima kilogram.
Menurut dia, harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga yang dijumpai di sejumlah pedagang sekitar. Minyakita di pasaran, misalnya, dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Sementara itu, LPG 3 kilogram dijual dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung.
"Selain harga lebih rendah, kita juga berupaya menjaga pasokannya tetap stabil agar dapat diakses oleh masyarakat," ujarnya.
Sejak mulai beroperasi, KDKMP Karang Anyar telah menghimpun sekitar 300 anggota. Dalam periode Oktober 2025 hingga September 2026, koperasi tersebut mencatat omzet sekitar Rp750 juta.
Nilai penjualan setiap bulan bervariasi, mengikuti ketersediaan barang yang dapat dipasok. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha koperasi masih bergantung pada kemampuan memperoleh stok kebutuhan pokok secara konsisten.
Untuk membiayai operasional, Siswanto mengatakan KDKMP Karang Anyar masih mengandalkan simpanan pokok, simpanan wajib, serta penyertaan modal dari anggota.
Di tengah keterbatasan tersebut, koperasi memperoleh dukungan dari Lurah Karang Anyar berupa peminjaman kendaraan dan bantuan petugas untuk mengangkut barang. Dukungan itu membantu pengurus menekan biaya transportasi dalam menjalankan kegiatan usaha.
Siswanto berharap dukungan terhadap koperasi dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pokok agar masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga sesuai HET.
"Ini murni perjuangan masyarakat, sehingga kalau bisa kami dibantu," katanya.
Upaya KDKMP Karang Anyar tersebut menjadi bagian dari peran koperasi dalam mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat. Namun, kesinambungan pasokan dan dukungan permodalan masih menjadi tantangan agar pelayanan dengan harga terjangkau dapat berjalan secara berkelanjutan. [DR]