Kemendes PDT Tekankan Pendampingan Berkelanjutan KDKMP, Tak Cukup Hanya Beri Modal dan Mesin

Senin, 12 Oktober 2026 18:30 WIB
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng). (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng). (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pendampingan dinilai menjadi kunci agar bantuan peralatan produksi, modal, dan pelatihan yang diberikan pemerintah mampu mendorong perkembangan usaha koperasi dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT, Samsul Widodo, mengatakan program bantuan pemerintah kerap berfokus pada penyediaan sarana produksi dan pelatihan selama tahun pelaksanaan program. Namun, dukungan lanjutan setelah program selesai sering kali belum tersedia.

"Ini (pendampingan berkelanjutan) sebenarnya sangat penting dan tidak terlihat, karena sering kali pemerintah menyediakan peralatan produksi, mesin produksi, dan pelatihan, modal, hanya dalam satu tahun pada tahun program. Setelah itu tidak ada fasilitasi sejenisnya," kata Samsul Widodo di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Samsul dalam arahan dan sambutannya pada kegiatan Penyerasian Tata Kelola, Media Branding, dan Jejaring Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Lintas Negara di Jakarta.

Menurut Samsul, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar bantuan peralatan, modal, dan pelatihan tidak berhenti sebagai fasilitas awal, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha koperasi.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, ia berharap KDKMP mampu mengonsolidasikan produk petani, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Samsul menegaskan, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal dan sarana produksi. Kemampuan mengelola organisasi, menjaga kualitas produk, memperluas pemasaran, mengatur distribusi, serta mengelola keuangan juga menjadi faktor penting.

Ia menyoroti perlunya penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM), baik di lingkungan koperasi maupun di kalangan petani yang menjadi bagian dari rantai pasok usaha.

Selain itu, pengelolaan produksi, pemasaran, dan logistik perlu diperkuat agar hasil pertanian maupun produk desa dapat tersalurkan secara berkelanjutan.

"Ada isu mengenai manajemen produksi, ada isu mengenai manajemen pemasaran dan logistik, ada isu mengenai manajemen keuangan dan sebagainya," ujar Samsul Widodo.

Menurutnya, berbagai aspek tersebut perlu mendapat perhatian melalui pendampingan yang tidak hanya dilakukan pada awal pembentukan koperasi, tetapi juga berlanjut seiring perkembangan usaha.

Melalui pendampingan yang konsisten, KDKMP diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan, memperluas akses pasar, serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa dalam jangka panjang. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid