Pemerintah Tegaskan Warung Pangan dan KDKMP Saling Melengkapi, Bukan Bersaing

Senin, 20 Juli 2026 22:13 WIB
Ilustrasi: KDKMP Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (IDNVoice/HO-Istimewa)
Ilustrasi: KDKMP Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (IDNVoice/HO-Istimewa)

IDNVoice.com - Pemerintah menegaskan jaringan Warung Pangan yang dikembangkan BUMN Klaster Pangan bersama ID FOOD tidak akan berbenturan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kedua program tersebut justru dirancang memiliki fungsi berbeda untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat peluncuran Warung Pangan ID FOOD di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin.

Hanif menjelaskan Warung Pangan yang dikembangkan ID FOOD berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga pangan melalui jaringan warung yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Warung Pangan tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan program pemerintah lainnya, termasuk KDKMP yang saat ini tengah dibangun secara masif.

"Kita tidak kemudian membentur-benturkan dengan instrumen yang lain, seumpama hari ini pemerintah dengan masif membangun KDKMP. KDKMP ini tidak kemudian dibentur-benturkan untuk bisnis yang ada, tetapi mengambil celah yang kemudian masih terputus," ujar Hanif pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan KDKMP memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran barang-barang bersubsidi pemerintah serta berbagai program bantuan sosial agar dapat diterima masyarakat dengan harga yang sesuai.

Sementara itu, Warung Pangan difokuskan untuk memperkuat sisi pasar melalui jaringan warung yang telah ada sehingga mampu menjaga ketersediaan dan kestabilan harga berbagai komoditas pangan.

"ID FOOD mempunyai peran yang lebih kepada organik lagi, langsung masuk pada sisi pasar melalui Warung Pangan ini," katanya.

Hanif berharap jaringan Warung Pangan terus berkembang, tidak hanya menangani komoditas yang menjadi bagian dari program pemerintah, tetapi juga berbagai komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi.

Ia menambahkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan terus mengoordinasikan penguatan jaringan Warung Pangan agar semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga mendorong cabang-cabang ID FOOD di daerah untuk berperan sebagai agregator yang menghubungkan produsen maupun pabrik dengan mitra Warung Pangan melalui dukungan stokis dan gudang.

Menurut Hanif, penguatan jaringan Warung Pangan sangat penting, khususnya bagi pasar tradisional yang selama ini masih menghadapi kendala dalam memperoleh pasokan barang.

Ia menilai pasar modern telah memiliki sistem logistik yang lebih tertata, sedangkan pedagang pasar tradisional kerap mengalami kesulitan memperoleh stok untuk diperdagangkan kembali.

"Kita maklumi bahwa harga di pasar tradisional ini susah sekali untuk kita pegang sehingga keberadaan warung-pangan ini akan mengintervensi pada saat harga kemudian tidak stabil," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan pemerintah memiliki dua kerangka besar dalam memperkuat distribusi pangan nasional, yakni melalui KDKMP dan jaringan Warung Pangan yang telah berkembang di tengah masyarakat, termasuk di pasar-pasar tradisional.

Menurutnya, KDKMP difokuskan untuk memastikan distribusi barang-barang bersubsidi pemerintah dapat langsung diterima masyarakat secara tepat sasaran.

Sementara itu, ID FOOD melalui Warung Pangan akan memperkuat stabilisasi harga pangan di luar komoditas subsidi dengan memanfaatkan jaringan mitra yang telah terbentuk.

Warung Pangan sendiri merupakan aplikasi seluler yang dikembangkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bersama BUMN Klaster Pangan dan berbagai jaringan pemasok.

Melalui aplikasi tersebut, pelaku UMKM dapat membeli maupun menjual berbagai komoditas pangan kepada masyarakat secara lebih mudah.

Saat ini, layanan Warung Pangan telah hadir di 108 kota, didukung 28.438 mitra, serta menyediakan 425 produk pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid