IDNVoice.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para pelaku usaha untuk mempercepat pemasukan ternak sapi bakalan guna memperkuat ketersediaan daging nasional, menjaga stabilitas pasokan, serta mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan, pelaku usaha masih memiliki waktu hingga akhir September 2026 untuk mengoptimalkan realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan.
"Kami mengimbau seluruh pelaku usaha importir untuk mempercepat realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan. Masih tersedia waktu untuk meningkatkan realisasi," kata Agung pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Menurut Agung, percepatan tersebut penting agar realisasi pemasukan ternak tidak lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain menjaga ketersediaan pasokan daging sapi nasional, capaian realisasi juga menjadi salah satu indikator evaluasi pemerintah terhadap kinerja pelaku usaha.
"Ini sangat penting dalam menjaga ketersediaan pasokan daging sapi nasional sekaligus menjadi salah satu indikator evaluasi pemerintah," ujarnya.
Agung menjelaskan, ketersediaan daging lembu nasional saat ini ditopang oleh tiga sumber utama, yakni produksi dari pemotongan sapi dan kerbau lokal yang masih menjadi kontributor terbesar, pemasukan sapi atau kerbau hidup (ternak bakalan) yang digemukkan dan dipotong di dalam negeri, serta impor daging sapi atau kerbau untuk melengkapi kebutuhan nasional.
Ia menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan peningkatan produksi sapi dan kerbau lokal sebagai tulang punggung penyediaan daging nasional. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga, pemerintah tetap mengelola pemasukan sapi bakalan dan impor daging secara terukur sesuai kebutuhan.
"Prioritas pemerintah tetap meningkatkan produksi sapi/kerbau lokal sebagai tulang punggung penyediaan daging nasional. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga pemerintah juga mengelola pemasukan sapi/kerbau bakalan dan impor daging secara terukur sesuai kebutuhan," ujar Agung.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat monitoring dan evaluasi yang digelar Ditjen PKH Kementan bersama para pelaku usaha importir secara daring pada Jumat (26 Juni 2026).
Agung menyebut percepatan pemasukan ternak bakalan menjadi bagian dari strategi jangka pendek pemerintah untuk menjaga kesinambungan pasokan. Sementara dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah terus memperkuat program peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui pembibitan, kesehatan hewan, investasi peternakan, serta pemberdayaan peternak rakyat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.
Berdasarkan data Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK) dan konfirmasi pelaku usaha hingga 26 Juni 2026, realisasi pemasukan sapi bakalan telah mencapai 180.371 ekor atau sekitar 25,8 persen dari target nasional sebanyak 700.000 ekor.
Jumlah tersebut masih berpotensi meningkat karena periode realisasi pemasukan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Hendra Wibawa mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar target dapat tercapai sesuai jadwal.
"Masih tersedia waktu pada Juli, Agustus dan September untuk mempercepat realisasi pada Triwulan III," kata Hendra.
Ia berharap seluruh pelaku usaha mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam memenuhi komitmen pemasukan ternak yang telah ditetapkan.
"Mohon timnya terus didorong agar realisasinya meningkat," ujarnya.
Hendra menambahkan, capaian hingga September akan menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam evaluasi performa pelaku usaha, sekaligus menjadi proyeksi kemampuan realisasi pemasukan pada 2027.
Kementan menegaskan, upaya menjaga ketersediaan daging sapi nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah akan terus memperkuat produksi sapi lokal melalui pembibitan, peningkatan produktivitas, investasi, dan pemberdayaan peternak rakyat.
Di sisi lain, pengelolaan pemasukan ternak bakalan dan impor daging akan tetap dilakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, serta keterjangkauan bagi masyarakat.
Ketua Dewan Pembina Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Purwanto memastikan pihaknya siap mendukung percepatan realisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami akan menggerakkan seluruh anggota Gapuspindo untuk merealisasikan komitmen ini sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai," kata Didiek. [DR]