IDNVoice.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terus mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari puluhan gedung koperasi yang telah dibangun, sebanyak 62 koperasi ditargetkan menjadi kelompok pertama yang mulai menjalankan kegiatan usaha.
Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Tindak Lanjut Pasca Pembangunan Gerai atau Gedung KDKMP yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura Wonosobo, Senin.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, perkembangan pembangunan KDKMP di wilayahnya menunjukkan kemajuan cukup baik. Sejumlah gedung telah berdiri, pengurus koperasi sudah terbentuk, dan manajer juga telah tersedia.
"Alhamdulillah, perkembangan yang cukup bagus, manajernya sudah ada," ujarnya pada Senin, 2 September 2026.
Afif menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong koperasi yang telah memenuhi persyaratan agar segera beroperasi sesuai ketentuan. Namun, percepatan tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, lurah, Babinsa, manajer hingga pengurus koperasi.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam mempersiapkan operasional koperasi.
"Kami telah menyatukan pemahaman, menyatukan pikiran, bahwa kami satu irama KDKMP di Kabupaten Wonosobo siap," kata Afif.
Dia juga meminta para manajer KDKMP yang telah mendapatkan penugasan dari Agrinas segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pengurus koperasi. Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih harus dipenuhi sebelum koperasi mulai menjalankan kegiatan usaha.
"Yang sudah ada, sudah komplit, minimal segera dibuka, 2027 sudah ada yang running," tegasnya.
Afif berharap komunikasi antara manajer, pengurus koperasi, dan pemerintah desa berjalan baik sehingga seluruh persiapan operasional dapat diselesaikan secara optimal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para manajer untuk membangun komunikasi dengan pengurus koperasi serta memperoleh dukungan dari pemerintah desa dan Babinsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni, mengungkapkan bahwa dari 190 gedung KDKMP yang telah dibangun, sebanyak 162 gedung dinilai layak untuk menjalani proses verifikasi dan validasi (verval).
Pada tahap pertama, Disdagkop UKM mendapatkan tugas melakukan verifikasi dan validasi terhadap 80 gedung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 koperasi ditargetkan menjadi kelompok pertama yang beroperasi.
"Dari 80 tersebut ditargetkan untuk yang beroperasional lebih dahulu itu 62," kata Fathoni.
Dia menambahkan, manajer yang sudah mendapatkan penugasan tetapi gedung koperasinya belum selesai dibangun dapat mengikuti program magang di desa yang gedung KDKMP-nya telah tersedia.
"Dimagangkan di desa yang sudah ada gedungnya," jelasnya.
Melalui pola tersebut, para manajer diharapkan dapat memperoleh pengalaman sekaligus membantu pengurus koperasi mempersiapkan dan menjalankan kegiatan usaha.
Pemkab Wonosobo pun terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pembangunan KDKMP tidak berhenti pada penyediaan gedung, tetapi berlanjut hingga operasional dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan. [DR]