IDNVoice.com – Sebanyak 76 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang telah rampung dibangun ditargetkan segera beroperasi pada 2026. Kehadiran koperasi ini diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui berbagai layanan usaha.
Komandan Kodim 0823/Situbondo Letkol Inf. Ferry Ardian menegaskan, pengoperasian puluhan KDKMP tersebut akan dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Bahkan, jumlah bangunan yang telah selesai melampaui target awal pembangunan sebanyak 72 unit.
"Segera kita operasikan ya. Paling tidak tahun ini, karena target kita membangun 72 KDKMP sudah terpenuhi, malah lebih, karena ada 76 KDKMP yang sudah rampung," ujar Dandim Ferry pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dari total 136 KDKMP yang diproyeksikan dibangun di Kabupaten Situbondo, sebanyak 76 unit telah rampung. Sementara itu, 60 unit lainnya masih dalam proses pembangunan karena menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
"Ada beberapa kendala yang kami temui di lapangan sehingga 60 KDKMP ini masih dalam proses, namun progresnya jelas," ucap Dandim.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah persoalan status dan luas lahan. Beberapa lokasi pembangunan masuk kategori lahan sawah dilindungi (LSD), sehingga membutuhkan proses pengajuan alih fungsi kepada kementerian terkait dengan dukungan pemerintah daerah.
"Kita sedang mengajukan alih fungsi untuk LSD ke kementerian yang dibantu pemerintah daerah. Bisa dengan tukar guling maupun langkah-langkah lainnya," ujar Dandim.
Selain persoalan status lahan, sejumlah tanah kas desa (TKD) memiliki luas kurang dari 600 meter persegi. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pembangunan KDKMP tahap kedua direncanakan menggunakan desain bangunan dua lantai yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
"Rencana pada saat pembangunan nanti di tahap dua, akan ada modul terbaru. Tipe KDKMP-nya sedikit berubah, diadaptasikan dengan lahan yang sempit, nantinya akan dibuat menjadi dua tingkat, sehingga klinik itu ada di atas," ungkap Dandim.
Ferry menjelaskan, KDKMP dirancang bukan sekadar sebagai toko atau gerai ritel. Koperasi tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang menyediakan berbagai layanan dalam satu ekosistem, mulai dari penjualan kebutuhan sehari-hari hingga layanan kesehatan dan keuangan.
"Masyarakat akan segera merasakan manfaatnya, dan segera memahami bahwasanya KDMP itu tidak sekadar hanya retail jualan saja, tetapi banyak sekali fungsi lainnya. Di situ ada apotek, ada unit simpan pinjam, ada klinik, dan yang lainnya," ungkap Dandim.
Dengan 76 gedung yang telah selesai dibangun dan 60 lainnya masih berproses, percepatan operasional KDKMP menjadi tahapan penting agar pembangunan fisik dapat segera memberikan manfaat nyata. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan mampu menyelesaikan kendala lahan sekaligus mempersiapkan layanan koperasi agar dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa maupun kelurahan. [DR]