KNMP Citemu Cirebon Perlu Diperkuat, Akademisi Soroti Koperasi hingga Akses Modal Nelayan

Rabu, 21 Oktober 2026 07:36 WIB
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). (IDNVoice/KKP)
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). (IDNVoice/KKP)

IDNVoice.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, perlu diimbangi penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan masyarakat, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar program pemerintah tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Tedi Kustandi, mengatakan pembangunan fasilitas di kawasan pesisir harus disertai tata kelola yang baik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Tedi, fasilitas seperti cold storage dan pabrik es perlu dikelola secara profesional agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus memberikan manfaat bagi nelayan. Keberadaan koperasi dinilai dapat menjadi solusi untuk mengelola fasilitas sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi di kawasan KNMP.

"Manajerialnya harus diperkuat, bagaimana tata kelolanya sehingga keberlanjutannya terjaga," ujar Tedi dikutip dari RRI pada Senin, 19 Oktober 2026.

Selain tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga perlu menjadi perhatian. Tedi menilai pelatihan pengolahan ikan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, termasuk melalui pelibatan istri nelayan dan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan mengembangkan produk olahan perikanan, keluarga nelayan diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan ikan mentah. Diversifikasi produk juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Tedi turut menyoroti persoalan akses pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi nelayan. Menurutnya, koperasi dapat berperan menyediakan akses pinjaman mikro bagi anggota sehingga mereka memiliki alternatif sumber modal usaha yang lebih mendukung keberlangsungan ekonomi keluarga.

"Nelayan membutuhkan modal, kalau mereka sampai modalnya ke rentenir lagi, lingkaran kemiskinannya tetap akan berlanjut," kata Tedi.

Dari sisi pemasaran, ia mendorong penguatan kemitraan dengan industri pengolahan ikan, pasar modern, hingga platform digital. Perluasan akses pasar tersebut penting agar hasil tangkapan maupun produk olahan nelayan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Selain itu, dukungan terhadap kebutuhan operasional nelayan, termasuk bahan bakar untuk melaut, juga perlu diperhatikan. Dengan dukungan tersebut, fasilitas KNMP diharapkan benar-benar menunjang aktivitas perikanan dan meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Tedi menegaskan, keberhasilan pembangunan KNMP tidak cukup diukur dari jumlah fasilitas fisik yang selesai dibangun. Evaluasi jangka panjang perlu melihat dampak nyata terhadap kehidupan ekonomi nelayan.

Sejumlah indikator yang dapat digunakan antara lain perkembangan pendapatan nelayan, keberlanjutan usaha keluarga, kemudahan akses pembiayaan, kemampuan koperasi mengelola fasilitas, peningkatan keterampilan masyarakat, serta perluasan pasar produk perikanan.

Dengan demikian, pembangunan KNMP di Desa Citemu perlu disertai langkah pemberdayaan yang terencana agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setelah seluruh fasilitas beroperasi. Penguatan koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses modal, dan kemitraan pemasaran menjadi aspek penting untuk mendorong kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid