138 Gerai KDKMP Banyuwangi Rampung Dibangun, Belum Satu Pun Siap Beroperasi

Selasa, 20 Oktober 2026 11:38 WIB
Ilustrasi: Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ada di Banyuwangi. (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ada di Banyuwangi. (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com – Sebanyak 138 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah rampung dibangun. Namun, hingga pertengahan Oktober 2026, belum satu pun gerai tersebut dinyatakan siap beroperasi karena proses verifikasi dan validasi masih berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi masih memeriksa kesiapan setiap gerai, mulai dari kondisi bangunan hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung. Pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menentukan apakah gerai dapat segera difungsikan atau masih memerlukan pembenahan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, mengatakan sebanyak 91 gerai telah menjalani proses verifikasi dan validasi (verval).

"Verval (verifikasi dan validasi) dilakukan secara visual. Jadi, hanya dari pandangan mata dan fungsinya saja. Setelah verval lapangan, kami akan unggah data-data hasil verval ke sistem," kata Heni pada Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Heni, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar pengelompokan gerai ke dalam tiga kategori, yakni layak, layak dengan catatan, dan tidak layak.

Meski seluruh bangunan fisik gerai telah rampung, kesiapan fasilitas di masing-masing lokasi belum sepenuhnya sama. Selain melengkapi sarana dan prasarana, pengoperasian KDKMP juga membutuhkan tahapan lanjutan, termasuk perekrutan sumber daya manusia serta pelatihan bagi bendahara koperasi.

Heni menjelaskan, sebenarnya terdapat 16 KDKMP di Banyuwangi yang telah menjalankan kegiatan operasional secara mandiri. Namun, kegiatan usaha koperasi tersebut berlangsung di luar gerai yang dibangun melalui program KDKMP pemerintah.

"Sebenarnya di Banyuwangi ada 16 KDKMP yang operasional. Tapi ini adalah KDKMP mandiri yang lokasinya bukan di gerai. Misalnya seperti KDKMP Tukangkayu," ujar Heni.

Sementara itu, Ketua Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi, Imam Maskun, mengakui gerai-gerai yang telah dibangun belum siap beroperasi dalam waktu dekat. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dikoordinasikan agar pengelolaan koperasi dapat berjalan optimal.

Salah satu persoalan utama adalah koordinasi antara pengurus koperasi dan manajer yang ditunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara. Koordinasi tersebut diperlukan untuk menyusun rencana bisnis bersama, mengaktifkan kembali kegiatan operasional, serta memetakan potensi ekonomi di setiap desa dan kelurahan.

Pemetaan potensi ekonomi dinilai penting agar usaha yang dijalankan koperasi sesuai dengan kebutuhan dan peluang bisnis di wilayah masing-masing.

"Perlu membuat bisnis plan bersama, kemudian reaktivasi, lalu membahas soal potensi-potensi di tiap desa atau kelurahan untuk tata kelola secara manajemen," kata Imam.

Selain penyusunan rencana bisnis, Imam mengatakan pengurus koperasi belum mengetahui secara pasti penempatan manajer KDKMP di masing-masing lokasi.

Kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan gerai, perekrutan pegawai, hingga sistem pengupahan juga masih diperlukan sebelum kegiatan usaha dapat dijalankan.

Menurut Imam, operasional gerai sebenarnya masih memungkinkan dilakukan apabila koordinasi antarpihak terkait segera berjalan dengan baik. Namun, hingga saat ini, koordinasi tersebut belum terlaksana.

"Tapi sampai sekarang belum ada (koordinasi). Jadi kami tidak bisa berandai-andai (apakah bisa gerai bisa beroperasi dalam waktu dekat atau tidak)," ujar Imam.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian pembangunan fisik belum otomatis membuat gerai KDKMP siap menjalankan kegiatan usaha. Proses verifikasi dan validasi, pemenuhan fasilitas, penyiapan sumber daya manusia, serta kejelasan tata kelola masih menjadi tahapan penting sebelum gerai dapat beroperasi.

Dengan demikian, percepatan operasional 138 gerai KDKMP di Banyuwangi tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan bangunan, tetapi juga pada kesiapan manajemen dan koordinasi antara pengurus koperasi dengan pihak pengelola yang ditunjuk. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid