KDKMP Desa Tanjung di Magelang Kesulitan Cari Pembeli, Omzet Harian Cuma Rp200 Ribu

Sabtu, 17 Oktober 2026 09:31 WIB
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, tinjau KDKMP Desa Tanjung dan sejumlah KDMP di Kabupaten Magelang pada Kamis, 15 Oktober 2026. (IDNVoice/Pemkab Magelang)
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, tinjau KDKMP Desa Tanjung dan sejumlah KDMP di Kabupaten Magelang pada Kamis, 15 Oktober 2026. (IDNVoice/Pemkab Magelang)

IDNVoice.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, masih menghadapi tantangan dalam menjaring pembeli. Sejak mulai beroperasi pada 11 Juni 2026, koperasi yang menjual berbagai produk kebutuhan rumah tangga tersebut baru mampu mencatat omzet tertinggi Rp1 juta per hari.

Manajer KDKMP Desa Tanjung, Jamilatul Makrifah, mengakui promosi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk meningkatkan penjualan.

"Memang kami belum gencar untuk promo," kata Jamilatul Makrifah pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Perempuan yang akrab disapa Rifa itu baru menjabat sebagai manajer sejak 1 Oktober 2026. Selama dua pekan bekerja, omzet harian koperasi tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, pendapatan tertinggi yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya hanya Rp500 ribu per hari.

"Omzet masih fluktuatif. Masih di Rp200 ribuan per hari sejak saya masuk," ungkapnya.

Rifa menjelaskan, produk yang paling diminati pembeli sejauh ini adalah elpiji 3 kilogram dan minyak goreng Minyakita. Namun, tingginya permintaan terhadap elpiji belum dapat diimbangi dengan ketersediaan stok.

Menurut dia, persediaan elpiji 3 kilogram di koperasi tersebut hanya mampu bertahan maksimal dua hari. Sementara itu, alokasi pasokan yang diterima hanya 25 tabung per bulan.

Keterbatasan stok dan minimnya penjualan produk lain menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa tersebut.

"Selain sembako, lumayan susah (laku). Produknya juga tidak sebanyak retail modern. Tapi, tidak menutup kemungkinan akan selengkap retail modern," bebernya.

Menanggapi kondisi transaksi KDKMP Desa Tanjung, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan Kementerian Koperasi tidak menetapkan target omzet bagi KDKMP. Namun, Kemenkop tetap menuntut adanya pertumbuhan pendapatan secara bertahap. "Karena masih tahap awal, kami tidak menarget (omzet secara) pasti. Tapi, kami memastikan setiap hari, setiap bulan ada partumbuhan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farida mengaku mengunjungi enam KDKMP di Kabupaten Magelang. Di sejumlah koperasi, dia bilang, ada perolehan omzet mencapai Rp 1 juta per hari. Ia tak menyebut lokasi koperasi itu berikut bidang usaha yang dijalankan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid