471 Gerai KDKMP di Sulawesi Tenggara Rampung, Nilai Transaksi Tembus Rp3,86 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 11:24 WIB
Ilustrasi: Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). (IDNVoice/Antara Foto)
Ilustrasi: Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berprogres. Hingga 30 September 2026, sebanyak 471 gerai telah rampung dibangun 100 persen dari total 2.273 KDKMP yang telah terbentuk dan berbadan hukum di wilayah tersebut.

Selain pembangunan fisik, aktivitas ekonomi KDKMP di Sultra juga mulai bergerak. Nilai transaksi koperasi tercatat mencapai Rp3,86 miliar, menunjukkan adanya aktivitas usaha yang mulai berkembang di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara, Iman Widhiyanto, menjelaskan bahwa ratusan gerai telah menyelesaikan pembangunan, sementara sebagian lainnya masih menjalani tahapan persiapan sebelum dapat beroperasi.

“Berdasarkan data tersebut merupakan progres hingga 30 September 2026, dari sisi aktivitas ekonomi nilai transaksi KDKMP di Sultra saat ini telah mencapai Rp3,86 miliar,” ujar Iman Widhiyanto di Kendari pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut data yang disampaikan Iman, selain 471 gerai yang telah rampung, sebanyak 319 gerai masih dalam proses Agrinas untuk masuk ke Portal Merah Putih. Sementara itu, 308 gerai lainnya dilaporkan telah siap beroperasi.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kesiapan KDKMP agar tidak hanya memiliki bangunan, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dari sisi pembangunan, terdapat perbedaan progres antarkabupaten di Sulawesi Tenggara. Konawe Selatan menjadi daerah dengan persentase progres pembangunan gerai KDKMP tertinggi, disusul Buton dan Kolaka.

Iman merinci tiga kabupaten dengan progres pembangunan tertinggi sebagai berikut:

  1. Konawe Selatan: 37,7 persen.
  2. Buton: 31,9 persen.
  3. Kolaka: 28,1 persen.

Sebaliknya, progres pembangunan terendah tercatat di Wakatobi, Muna, dan Konawe Kepulauan.

“Sementara progres terendah di kabupaten Konawe kepulauan sebesar 5,6 persen, kabupaten Muna 5,3 persen dan kabupaten Wakatobi tiga persen,” jelasnya.

Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah. Penyelesaian gedung dan kesiapan sarana pendukung diperlukan agar koperasi dapat segera memasuki tahap operasional.

Untuk mendukung kesiapan kelembagaan dan pengawasan KDKMP, pemerintah juga terus mendorong pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan koperasi.

Iman menyebutkan sejumlah fasilitas telah dikirimkan untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk kendaraan angkutan dan perlengkapan pendukung.

“Kita berharap dengan dukungan ini operasional KDKMP di Sultra dapat terus berjalan sehingga gerai yang telah rampung dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan,” harapnya.

Dukungan sarana tersebut diharapkan membantu koperasi menjalankan distribusi barang, memperlancar kegiatan usaha, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan 471 gerai yang telah rampung dan nilai transaksi mencapai Rp3,86 miliar, pemerintah berharap pengembangan KDKMP di Sulawesi Tenggara terus berlanjut. Fokus berikutnya adalah mempercepat penyelesaian gerai yang masih dibangun, menuntaskan proses administrasi, dan memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian desa dan kelurahan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid