80 Manajer KDKMP Pandeglang Siap Bertugas, 166 Gedung Koperasi Rampung Dibangun

Selasa, 13 Oktober 2026 20:38 WIB
Petugas koperasi di KDKMP Desa Cibadak, Pandeglang sedang melakukan penataan peralatan di KDKMP setempat. (IDNVoice/RRI)
Petugas koperasi di KDKMP Desa Cibadak, Pandeglang sedang melakukan penataan peralatan di KDKMP setempat. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Sebanyak 80 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pandeglang, Banten, telah mengantongi penetapan tugas dari pemerintah pusat dan siap mengawal operasional koperasi. Namun, para manajer tersebut masih menunggu peluncuran resmi secara nasional sebelum mulai menjalankan tugas di wilayah penempatan masing-masing.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang, Goenara Daradjat, mengatakan para manajer telah dipersiapkan untuk mengelola koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

"Kabupaten Pandeglang memiliki sekitar 80 manajer KDKMP yang disiapkan pusat dan siap mengabdi setelah peluncuran resmi dilakukan," ujar Goenara Daradjat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Goenara, proses seleksi, pengangkatan, hingga penentuan lokasi penugasan manajer sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian terkait di tingkat pusat. Para tenaga profesional tersebut nantinya bertanggung jawab terhadap tata kelola operasional, distribusi barang kebutuhan pokok, serta pengembangan bisnis koperasi.

Ia menambahkan, para manajer akan mulai bekerja setelah peluncuran resmi dilaksanakan oleh pemerintah.

"Para manajer akan langsung aktif melaksanakan tugas manajerial di wilayah penempatan masing-masing begitu acara launching diresmikan," katanya.

Dalam pelaksanaannya, para manajer KDKMP di Pandeglang akan mengawal masa transisi pengelolaan jaringan koperasi selama dua tahun pertama di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.

Goenara menjelaskan, sesuai ketentuan Peraturan Presiden tentang tata kelola KDKMP, gaji para manajer selama masa transisi ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan membantu koperasi melewati tahap awal operasional, sekaligus memberikan waktu bagi pengelola untuk membangun sistem usaha yang tertata dan berkelanjutan.

Penempatan manajer juga akan disesuaikan dengan kesiapan bangunan fisik dan kelengkapan sarana pendukung di masing-masing lokasi. Dengan demikian, pengoperasian koperasi dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kesiapan fasilitas dan kebutuhan wilayah.

Dari sisi infrastruktur, DKUPP Pandeglang mencatat sebanyak 166 titik bangunan KDKMP telah menyelesaikan tahapan konstruksi fisik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 gerai telah melewati proses verifikasi dan validasi (verval) untuk memastikan kelayakan berdasarkan kriteria yang diperiksa petugas lapangan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam mendukung operasionalisasi KDKMP. Meski demikian, kesiapan bangunan tetap perlu diikuti pemenuhan fasilitas pendukung dan penempatan tenaga pengelola agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usahanya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengapresiasi kesiapan para manajer yang akan mengoperasikan jaringan koperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.

KDKMP direncanakan menjadi pangkalan resmi bagi distribusi berbagai barang kebutuhan pokok, LPG 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi. Kehadiran pengelola yang terlatih diharapkan dapat membantu menjaga rantai pasok serta memastikan distribusi barang bersubsidi tepat sasaran bagi masyarakat desa.

Meski kesiapan manajer dan pembangunan gedung terus berjalan, peluncuran KDKMP secara serentak yang semula ditargetkan pada awal Oktober 2026 masih menunggu penetapan ulang dari kementerian pusat.

Penundaan tersebut disebut berkaitan dengan kendala teknis dalam pemutakhiran data nasional.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan manajer dan kelengkapan sarana operasional di Pandeglang terus dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dengan 80 manajer yang telah ditetapkan dan 166 gedung yang rampung dibangun, tahapan berikutnya adalah memastikan kesiapan operasional di setiap lokasi. KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan usaha yang memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan sehari-hari. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid