IDNVoice.com - Bupati Bima, Ady Mahyudi, menegaskan tiga hal penting dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiganya meliputi penguatan sinergi seluruh elemen, jaminan kualitas dan akuntabilitas proyek, serta komitmen masyarakat untuk merawat fasilitas yang dibangun.
Penegasan tersebut disampaikan Ady Mahyudi saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Desa Rompo, Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Ady, pembangunan kawasan nelayan tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu meningkatkan produktivitas nelayan dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ia menilai keberhasilan pembangunan KNMP membutuhkan kerja sama kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, pelaksana proyek, dan masyarakat setempat. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga penerima manfaat.
Selain sinergi, Ady menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan dan akuntabilitas pelaksanaan proyek. Seluruh proses pembangunan diharapkan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar mutu, serta diselesaikan tepat waktu.
Poin ketiga adalah komitmen masyarakat untuk merawat dan menjaga fasilitas setelah pembangunan selesai. Menurutnya, pemeliharaan infrastruktur menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Integrasi ini mencakup seluruh rantai kegiatan, mulai dari penangkapan, pendaratan, dan penyimpanan, hingga pemasaran hasil laut guna menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Ady Mahyudi pada Senin, 12 Oktober 2026.
Ady menjelaskan, KNMP dirancang untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui konsep tersebut, nelayan diharapkan tidak hanya memperoleh dukungan berupa penataan kawasan, tetapi juga akses yang lebih baik terhadap penanganan dan pemasaran hasil tangkapan.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.
"Keberhasilan pembangunan kawasan tersebut ditargetkan mampu mendorong Kampung Nelayan Merah Putih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Kabupaten Bima," ujarnya.
Dengan pengembangan ekosistem perikanan yang terintegrasi, pembangunan KNMP di Desa Rompo diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang usaha baru.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Suraji, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus berpegang pada prinsip mutu, kepatuhan terhadap aturan, dan penyelesaian pekerjaan secara tuntas.
Ia meminta agar material dan struktur bangunan memenuhi spesifikasi teknis. Selain itu, administrasi pengadaan harus dilaksanakan secara berintegritas dan pekerjaan tidak menyisakan persoalan teknis, sosial, maupun hukum.
"Keberhasilan proyek Desa Rompo menuntut profesionalisme PT Daffa serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat. Pengawasan bersama akan memastikan infrastruktur terbangun baik dan bermanfaat berkelanjutan," kata Suraji.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan KNMP tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Tajudin,, turut menyampaikan laporan mengenai tahapan pengusulan hingga realisasi program KNMP.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program di tingkat desa tidak terlepas dari proses pembahasan di tingkat pusat serta perhatian pemerintah daerah. Salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi adalah kesiapan lahan sesuai kriteria yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Peletakan batu pertama pembangunan KNMP Desa Rompo turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Balai Besar Penangkapan Ikan KKP, kepala perangkat daerah, Camat Langgudu Syaikhu, unsur Muspika, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima.
Pembangunan KNMP di Desa Rompo diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Bima. [DR]