Pemkab Lanny Jaya Siapkan 20 Rumah Penjemuran Kopi, Petani Dapat Bantuan Alat Produksi

Senin, 12 Oktober 2026 21:21 WIB
Penyerahan bantuan kepada salah satu pelaku usaha kopi di Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (IDNVoice/Pemkab Lanny Jaya)
Penyerahan bantuan kepada salah satu pelaku usaha kopi di Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (IDNVoice/Pemkab Lanny Jaya)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Papua Pegunungan, menyiapkan 20 rumah penjemuran kopi untuk membantu petani menjaga kualitas hasil panen. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lanny Jaya, Enius Wanimbo, mengatakan penyediaan rumah penjemuran tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga mutu kopi yang dihasilkan petani, khususnya di Distrik Tiom.

"Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga kualitas biji kopi setelah panen," katanya dalam siaran pers di Jayapura pada Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Enius, upaya pengembangan kopi tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas pascapanen. Pemkab Lanny Jaya juga menyalurkan berbagai peralatan produksi pertanian untuk membantu petani dalam pemeliharaan tanaman hingga penanganan hasil panen.

Bantuan yang disalurkan pemerintah daerah mencakup sejumlah peralatan untuk menunjang aktivitas perkebunan kopi. Rinciannya meliputi:

  1. 25 unit gerobak.
  2. 50 gunting stek.
  3. 10 mesin babat.
  4. 50 pasang sepatu bot.
  5. 50 kampak.
  6. 10 alat semprot punggung.
  7. 50 parang.
  8. 50 lingkis.

Selain peralatan tersebut, pemerintah juga menyiapkan bibit anakan kopi. Jumlah bibit akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang dimiliki masing-masing petani.

Enius mengatakan dukungan sarana produksi diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus mendorong pengembangan perkebunan kopi secara berkelanjutan.

"Dukungan sarana produksi tersebut diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus mendorong pengembangan perkebunan kopi secara berkelanjutan. Karena pengembangan kopi tidak hanya membutuhkan ketersediaan bibit dan peralatan, tetapi juga pengelolaan pascapanen yang baik agar kualitas produk dapat dipertahankan dan memiliki nilai jual lebih tinggi," katanya. 

Selain memperkuat sarana produksi, Pemkab Lanny Jaya berencana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama generasi muda, melalui pembelajaran dan pelatihan pengelolaan kopi di daerah lain yang juga menjadi sentra penghasil kopi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan petani dan generasi muda mengenai pengelolaan kopi, mulai dari budidaya hingga penanganan hasil panen.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan fasilitas penggilingan kopi di Distrik Tiom agar proses pengolahan hasil perkebunan dapat dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi.

"Ke depan, pemerintah berencana menghadirkan fasilitas penggilingan kopi di Tiom agar pengolahan hasil perkebunan dapat dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi," ujarnya.

Melalui penyediaan rumah penjemuran, bantuan peralatan, bibit, serta rencana pelatihan dan fasilitas penggilingan, Pemkab Lanny Jaya berharap pengembangan kopi semakin optimal. Perbaikan penanganan pascapanen juga diharapkan mampu menjaga kualitas biji kopi dan meningkatkan nilai jual produk petani. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid