10 Gerai KDKMP di Parigi Moutong Siap Beroperasi, Jual Elpiji hingga Pupuk

Senin, 12 Oktober 2026 21:20 WIB
Ilustrasi: Logo Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: Logo Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com - Sebanyak 10 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dinyatakan siap beroperasi dalam waktu dekat. Kehadiran koperasi ini diharapkan memperkuat perekonomian desa melalui penyediaan kebutuhan pokok, penyerapan hasil pertanian lokal, hingga pembukaan lapangan kerja baru.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Fit Dewana, mengatakan 10 gerai tersebut merupakan bagian dari 20 gerai yang telah menyelesaikan pembangunan fisik. Kesiapan operasional itu didukung proses verifikasi dan validasi yang telah dilakukan pemerintah.

"Dari 20 gerai yang telah selesai dibangun, 10 gerai menyatakan kesiapan memulai kegiatan usaha dalam waktu dekat," kata Fit Dewana di Parigi pada Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, dari total 283 desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong, saat ini terdapat 37 gerai KDKMP yang sedang berproses. Sebanyak 20 gerai telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, sedangkan 17 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Dari 20 gerai yang sudah rampung, 10 gerai telah melewati tahapan verifikasi dan validasi sebagai salah satu syarat untuk memulai kegiatan operasional.

Adapun 10 gerai yang siap beroperasi tersebut meliputi KDKMP Olobaru, Suliindah, Tindaki, Pangi, Laemanta, Donggulu, Katulistiwa, Singura, Wanagading, dan Pandelalap.

"Sejumlah KDKMP yang siap beroperasi telah memperoleh bantuan kendaraan operasional dari pemerintah guna memudahkan mobilitas usaha," ujarnya.

Fit Dewana menjelaskan, KDKMP dirancang untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat desa. Jenis usaha yang dijalankan mencakup pemasaran bahan pangan penting, penjualan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, penyediaan pupuk dan peralatan pertanian, hingga layanan apotek.

"Bisnis koperasi yang dijalankan yakni memasarkan bahan pangan penting, menjual produk energi bersubsidi berupa elpiji tiga kilogram, termasuk pupuk dan peralatan pertanian, serta menyediakan layanan apotek," kata Fit.

Selain memenuhi kebutuhan warga, koperasi juga didorong mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing wilayah.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah menyerap hasil produksi pertanian masyarakat setempat. KDKMP juga dapat memfasilitasi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar masuk ke gerai koperasi dan memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

Dengan pola usaha tersebut, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penghubung antara petani, pelaku UMKM, dan konsumen di tingkat desa.

Sementara itu, 10 gerai KDKMP yang telah menyelesaikan pembangunan fisik masih menjalani proses verifikasi dan validasi oleh tim Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

Kesepuluh gerai tersebut adalah KDKMP Masari, Sumber Sari, Dolago, Siganti Barat, Silutung, Malalan, Sidoan, Tabolobolo, Tinombala Barat, dan Kota Nagaya.

Gerai-gerai itu akan menyusul beroperasi setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi (verval) selesai dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan guna memastikan kegiatan usaha KDKMP berjalan sesuai ketentuan dan dapat berkelanjutan.

Fit mengungkapkan, Pemkab Parigi Moutong menargetkan sekitar 150 KDKMP dapat memulai proses pembangunan fisik pada 2026. Namun, target tersebut belum tercapai karena masih terkendala kesiapan lahan.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap pengembangan KDKMP dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan penyerapan hasil pertanian lokal dan penciptaan kesempatan kerja.

"Tentunya kehadiran KDKMP dapat memberikan dampak ekonomis kepada warga setempat karena ada proses penyerapan bahan pangan dari hasil produksi petani lokal, lalu tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat," tuturnya.

Dengan mulai siap beroperasinya 10 gerai tersebut, Pemkab Parigi Moutong berharap KDKMP dapat menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid