Dana Operasional Habis, SPPG Polda Sulut Hentikan Sementara Layanan MBG

Kamis, 08 Oktober 2026 18:31 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SPN Polda Sulawesi Utara mendistribusikan makanan bergizi gratis (MBG) ke 12 sekolah di Kota Manado. (IDNVoice/Polda Sulut)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SPN Polda Sulawesi Utara mendistribusikan makanan bergizi gratis (MBG) ke 12 sekolah di Kota Manado. (IDNVoice/Polda Sulut)

IDNVoice.com - Layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulawesi Utara yang berada di Sekolah Polisi Negara (SPN) terpaksa dihentikan sementara mulai Kamis, 8 Oktober 2026.

Penghentian operasional tersebut terjadi karena dana operasional SPPG telah habis, sementara pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum terealisasi.

Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso menjelaskan penghentian sementara itu murni disebabkan kendala teknis pencairan anggaran dan bukan karena persoalan lain.

Menurut dia, BGN kini memperketat mekanisme pencairan dana dengan mewajibkan setiap SPPG mengajukan Rencana Kebutuhan (RKB) terlebih dahulu.

"Dana terakhir yang bisa dimasak oleh SPPG di SPN yaitu tanggal 7 Oktober. Sehingga praktis tanggal 8 Oktober sudah tidak bisa memasak lagi. Kami sudah mengajukan ke BGN, namun saat ini masih menunggu realisasi pencairan. Begitu dana ditransfer, operasional akan langsung kembali berjalan," ujar Kombes Pol Amin Litarso di Mapolda Sulut pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Amin mengatakan Polda Sulut telah berkoordinasi dengan mitra penyedia, yakni PT MTT, terkait kondisi tersebut. Ia berharap proses pencairan anggaran tidak berlangsung lama sehingga layanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat dapat segera kembali berjalan.

SPPG SPN Polda Sulut selama ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Sasaran program mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Selama jeda operasional, Polda Sulut meminta sekolah dan guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kondisi tersebut.

"Kami mengimbau para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyampaikan kepada para murid agar untuk sementara dapat membawa bekal dari rumah atau membawa uang saku tambahan. Jangan sampai terhentinya makan siang sementara ini menurunkan semangat belajar anak-anak," tutupnya.

Dengan penghentian sementara tersebut, operasional SPPG SPN Polda Sulut akan kembali dilanjutkan setelah dana dari BGN terealisasi. Polda Sulut berharap pencairan anggaran dapat segera dilakukan agar pelayanan MBG bagi ribuan penerima manfaat tidak berlangsung terlalu lama.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo Billy Kristian Kereh saat dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut belum memberikan tanggapan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid