IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, berharap pembangunan 22 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Program tersebut ditargetkan mampu membangun ekosistem usaha perikanan dari hulu hingga hilir sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten SBT, Surahman, mengatakan KNMP dirancang untuk mengintegrasikan aktivitas nelayan dengan pengelolaan hasil tangkapan sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.
"Pembangunan KNMP ini bukan hanya membangun fisik, tetapi bagaimana ekosistem usaha di sektor perikanan di pesisir itu dapat berjalan dengan baik," kata Surahman dikutip dari RRI pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Surahman, pembangunan KNMP akan dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas nelayan, mulai dari tambatan perahu, pabrik es, tempat pendaratan ikan hingga gedung pengelola.
Fasilitas tersebut diharapkan membuat aktivitas nelayan lebih mudah dan efisien, mulai dari melaut, mendaratkan hasil tangkapan hingga menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
"Sehingga memacu pertumbuhan ekonomi di daerah nelayan, sehingga nelayan itu pendapatan meningkat, kemudian kelas nelayan itu akan naik," ujarnya.
Tak hanya membangun infrastruktur, pemerintah juga akan memberikan sejumlah sarana pendukung setelah pembangunan KNMP selesai.
Bantuan tersebut antara lain cool box dan alat tangkap ikan. Sarana itu diharapkan memperkuat kegiatan produksi sekaligus membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan.
Khusus KNMP Hub di Desa Geser dan Desa Amarsekaru, fasilitas yang disiapkan akan dilengkapi dengan cold storage.
Fasilitas penyimpanan berpendingin tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan hasil tangkapan sehingga ikan bisa disimpan dengan baik sebelum dipasarkan.
Dengan fasilitas dari hulu hingga hilir, KNMP diharapkan berkembang bukan sekadar menjadi kawasan tempat tinggal atau pusat aktivitas nelayan, melainkan menjadi pusat kegiatan ekonomi perikanan masyarakat pesisir.
Kabupaten SBT mendapat alokasi 22 KNMP yang tersebar di 10 kecamatan, yakni Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Kian Darat, Siwalalat, Wida Timur, Seram Timur, Werinama, Pulau Gorom, dan Kesui Watubela. Pembangunan fisik KNMP dijadwalkan mulai pada Oktober 2026.
Surahman mengatakan SBT memiliki potensi laut yang luas. Karena itu, program KNMP diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut.
Program KNMP sendiri merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir melalui pembangunan ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir. [DR]