Kolaborasi Lapas, BLK dan KDKMP Hasilkan Panen Melon-Semangka

Rabu, 16 September 2026 12:38 WIB
Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali (kanan) bersama Ketua KDKMP Bukit Baling Satriono (tengah) dan Koordinasi Satuan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas BLK Jambi Anton Hilman (kiri) saat panen melon di pekarangan lembaga tersebut pada Senin, 14 September 2026. (IDNVoice/Humas Lapas Kelas IIA Jambi)
Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali (kanan) bersama Ketua KDKMP Bukit Baling Satriono (tengah) dan Koordinasi Satuan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas BLK Jambi Anton Hilman (kiri) saat panen melon di pekarangan lembaga tersebut pada Senin, 14 September 2026. (IDNVoice/Humas Lapas Kelas IIA Jambi)

IDNVoice.com - Lahan yang sebelumnya belum produktif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi kini menghasilkan buah melon dan semangka. Panen perdana tersebut menjadi bagian dari program pembinaan warga binaan melalui kolaborasi Balai Latihan Kerja (BLK) Jambi dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Panen perdana dilakukan pada Senin, 14 September 2026. Selain menghasilkan produk pertanian, program tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar menghasilkan buah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan.

"Yang dipanen hari ini (Senin, 14 September 2026), bukan hanya buah. Ada proses yang ikut dipetik bagi warga binaan. Lahan yang sebelumnya belum produktif diubah menjadi tempat belajar, melalui keterampilan pertanian sehingga bisa menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat," kata Syahroni Ali di Muaro Jambi pada Senin, 14 September 2026.

Syahroni menjelaskan, program tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya membangun ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menanam dan menghasilkan panen.

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah memastikan kegiatan pertanian tersebut dapat terus berjalan, memiliki nilai ekonomi, serta keterampilan yang diperoleh warga binaan benar-benar dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.

"Melalui pelatihan dan pendampingan bersama BLK Jambi serta sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Lapas Jambi mendorong agar kegiatan pertanian tidak sekadar menjadi rutinitas pembinaan, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang produktif, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menilai panen perdana melon dan semangka menjadi langkah awal dari program tersebut.

Keberhasilan pembinaan, kata Syahroni, tidak hanya diukur dari jumlah buah yang berhasil dipanen, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

"Dari lahan yang sederhana, prosesnya dimulai. Dari hasil panen ini, pembinaan diuji untuk benar-benar memberi dampak," kata Syahroni menjelaskan.

Hasil Panen Bisa Dipasarkan Lewat KDKMP

Sementara itu, Ketua KDKMP Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Satriono mengatakan, hasil panen produk ketahanan pangan dari Lapas Jambi dapat dipasarkan melalui koperasi.

Hal tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara pihak-pihak yang terlibat.

Menurut Satriono, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk menunjang kebutuhan masyarakat sekitar. Lokasi koperasi yang relatif dekat dengan Lapas Jambi dinilai dapat memudahkan proses distribusi, pengiriman, hingga pemasaran hasil pertanian.

"Mudah-mudahan kerja sama ini memberikan manfaat bagi koperasi dan lapas supaya warga binaan bisa lebih produktif lagi," katanya.

Kolaborasi antara Lapas Jambi, BLK dan KDKMP tersebut diharapkan tidak berhenti pada panen perdana. Pengembangan kegiatan pertanian secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya agar pembinaan warga binaan memiliki nilai keterampilan sekaligus nilai ekonomi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid