IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyiapkan 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta).
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu Aan Hendrajana menyampaikan data tersebut dalam sambutan Bupati Indramayu pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus membahas peran TPK dalam mendukung pendistribusian MBG bagi sasaran 3B di Kabupaten Indramayu.
"Saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Indramayu sebanyak 252 SPPG. Untuk tugas pendistribusian dari MBG bagi sasaran 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta (bayi di bawah 2 tahun)," kata Aan di Indramayu pada Kamis, 17 September 2026.
Selain dukungan ratusan SPPG, pelaksanaan pendampingan keluarga di Indramayu juga melibatkan ribuan kader TPK.
Aan menyebut jumlah TPK di Kabupaten Indramayu mencapai 4.239 orang yang tersebar di 317 desa dan kelurahan pada 31 kecamatan.
"Salah satu ujung tombak program Bangga Kencana adalah adanya Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Indramayu sebanyak 4.239 orang. Luar biasa, tepuk tangan untuk para pendamping yang tersebar di 317 desa dan kelurahan di 31 kecamatan," ujarnya.
Menurut Aan, para kader TPK memiliki tugas penting dalam melakukan pendataan sekaligus pendampingan terhadap kelompok keluarga yang menjadi sasaran program.
Pendampingan tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Peran itu menjadikan TPK sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
"Di mana dalam hal ini kader tim mempunyai tugas pokok. Berupa pendataan dan pendampingan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan para balita," kata Aan.
Aan juga menjelaskan pelaksanaan program Bangga Kencana melalui Kampung KB di Kabupaten Indramayu. Program tersebut dilakukan dengan pembinaan terhadap Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB serta berbagai kelompok kegiatan masyarakat.
"Program Bangga Kencana Kampung KB dilakukan dengan membina Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB. Kelompok kegiatan (Poktan) terdiri dari Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Pusat Informasi Remaja, Bina Keluarga Lansia, Usaha Peningkatan Pendapatan Akseptor di 317 desa," ucap Aan.
Dalam pelaksanaannya, program Bangga Kencana tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Aan menyebut program tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pengelola KB, TPK, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para mitra kerja.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendataan dan pendampingan keluarga sekaligus mendukung penyaluran MBG bagi kelompok sasaran 3B di wilayah Kabupaten Indramayu. [DR]