Pisang Mas Kirana Lumajang Dilirik Pasar Singapura, 629 Petani Siap Dongkrak Ekspor

Sabtu, 12 September 2026 15:51 WIB
Ilustrasi: Petani Lumajang panen pisang mas Kirana. (IDNVoice/DKPP Lumajang)
Ilustrasi: Petani Lumajang panen pisang mas Kirana. (IDNVoice/DKPP Lumajang)

IDNVoice.com – Komoditas unggulan pisang mas Kirana asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai dibidik untuk menembus pasar Singapura. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Food and Agriculture Organization (FAO) menjajaki peluang kerja sama dengan calon mitra dari Singapura.

Penjajakan tersebut membahas berbagai aspek yang menjadi pertimbangan pasar ekspor, mulai dari karakter produk, kebutuhan pasar, kesiapan pasokan, umur simpan, hingga kemungkinan pengiriman percobaan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keunggulan pisang mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli.

"Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter pisang mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli," kata Hendra dalam keterangannya pada Sabtu, 12 September 2026.

Bagi ratusan petani yang selama ini mengembangkan pisang mas Kirana, peluang masuk pasar Singapura bukan sekadar soal memperkenalkan buah lokal ke luar negeri.

Jika penjajakan tersebut berkembang menjadi kerja sama perdagangan, rantai pemasaran yang lebih luas diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi hasil kebun petani Lumajang.

"Pisang mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang sudah memiliki indikasi geografis. Dari sisi kualitas, produk itu memiliki karakteristik yang menarik untuk pasar ekspor, sehingga kami terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan," tutur Hendra.

Produksi 43,8 Ton per Bulan

Potensi produksi pisang mas Kirana di Lumajang terbilang cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 629 petani mengembangkan komoditas tersebut dengan luas lahan mencapai 238 hektare.

Dari lahan tersebut terdapat lebih dari 45 ribu pohon produktif yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang.

"Produksi pisang mas Kirana saat ini sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan pengelolaan dan peningkatan produktivitas, kapasitas tersebut diperkirakan berpotensi meningkat hingga sekitar 191 ton per bulan," ungkapnya.

Namun, besarnya produksi bukan satu-satunya modal untuk menembus pasar Singapura. Calon pembeli membutuhkan kualitas produk yang seragam dan pasokan yang konsisten.

Karena itu, penguatan pengelolaan di tingkat kebun menjadi bagian penting agar produksi petani mampu memenuhi standar pasar ekspor secara berkelanjutan.

Penuhi Standar Keamanan Pangan

Hendra mengatakan aspek keamanan pangan juga menjadi salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam penjajakan dengan calon pembeli Singapura.

"Dari sisa keamanan pangan, hasil pengujian yang disampaikan dalam penjajakan juga menunjukkan produk memenuhi standar yang relevan, termasuk SNI dan Codex. Ada aspek keamanan pangan dan identitas produk yang menjadi nilai tambah, sehingga itu kami perkenalkan kepada calon pembeli di Singapura," kata Hendra.

Dalam penjajakan tersebut juga muncul usulan skema transisi yang memungkinkan pembeli melakukan kontrak secara langsung dengan koperasi atau petani.

Sementara itu, proses pengiriman dan pemenuhan berbagai ketentuan ekspor pada tahap awal dapat disubkontrakkan kepada eksportir yang telah memiliki pengalaman.

Skema tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi petani dan koperasi sebelum nantinya mampu menangani proses perdagangan ekspor secara lebih mandiri.

Pisang Premium dengan Indikasi Geografis

Pisang mas Kirana memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya berpotensi menarik bagi pasar premium. Buahnya relatif kecil dan seragam, dengan kulit berwarna kuning keemasan, rasa manis, serta tekstur yang renyah.

Tingkat kemanisannya berada pada kisaran 22–29 derajat Brix. Produk tersebut juga telah memiliki Indikasi Geografis yang terdaftar pada 2024.

Dengan basis produksi yang telah berkembang dan dukungan penguatan rantai pasok, Lumajang kini berupaya menjadikan pisang mas Kirana bukan hanya sebagai komoditas unggulan daerah, tetapi juga produk hortikultura yang mampu bersaing di pasar internasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid