Dari KDKMP hingga KIPP, PLN Nabire Pastikan Ketersediaan Listrik Tetap Aman

Minggu, 06 September 2026 21:52 WIB
Ilustrasi: PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Papua Tengah. (IDNVoice/Istimewa)
Ilustrasi: PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Papua Tengah. (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com - PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Papua Tengah, menyiapkan cadangan pasokan listrik sekitar 13 megawatt (MW) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi listrik seiring pembangunan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di daerah tersebut.

Manager PLN UP3 Nabire Paulinus Mahuse mengatakan total kapasitas pasokan listrik yang tersedia saat ini mencapai 42,4 MW, sementara beban puncak berada di kisaran 29,3 MW.

"Selisih kapasitas pasokan dengan beban puncak tersebut menjadi ruang bagi PLN untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan listrik," katanya di Nabire pada Jumat, 4 September 2026.

PSN Mulai Bangkitkan Kebutuhan Listrik Baru

Sejumlah program strategis nasional mulai dibangun di Nabire, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Berbagai proyek tersebut diperkirakan akan menambah kebutuhan listrik ketika fasilitas mulai beroperasi. Karena itu, PLN memastikan ketersediaan daya tetap terjaga untuk mendukung program pemerintah sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

"Sistem kelistrikan kita masih memiliki cadangan sekitar 13 MW yang dapat digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan beban listrik," ujarnya.

Menurut Paulinus, cadangan tersebut menjadi ruang bagi PLN untuk merespons pertumbuhan konsumsi listrik tanpa mengganggu keandalan sistem yang sudah berjalan.

PLN Pantau Perkembangan Sekolah Rakyat hingga KDMP

Untuk memastikan kebutuhan listrik setiap proyek dapat dipenuhi, PLN terus melakukan koordinasi dengan PLN induk dan pusat.

Pemantauan juga dilakukan terhadap perkembangan pembangunan PSN melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

PLN berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memantau kebutuhan listrik Sekolah Rakyat, dengan Dinas Perikanan terkait pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, serta pihak yang menangani pembangunan KDMP.

PLN juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap pembangunan fasilitas pemerintah dan pelanggan potensial. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan kelistrikan dapat dipenuhi sesuai dengan perkembangan pembangunan di lapangan.

KIPP Papua Tengah Butuh Sekitar 6 MW

Selain menopang PSN, PLN Nabire juga menyiapkan pasokan listrik untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Paulinus mengatakan perencanaan kebutuhan listrik KIPP telah dilakukan sejak 2025. Berdasarkan perhitungan PLN, kebutuhan tersebut masih mampu dipenuhi oleh sistem kelistrikan Nabire.

KIPP diperkirakan membutuhkan daya sekitar 6 MW. Sebagian besar kebutuhan tersebut diperkirakan muncul pada siang hari karena aktivitas perkantoran berlangsung pada jam kerja.

Menurut Paulinus, karakteristik konsumsi listrik KIPP yang dominan pada siang hari menjadi keuntungan tersendiri bagi sistem kelistrikan Nabire.

Kebutuhan tersebut masih dapat ditopang oleh cadangan sistem tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap beban puncak pada malam hari.

Infrastruktur Listrik Disiapkan Mengikuti Pembangunan

PLN akan terus memantau perkembangan pembangunan KIPP maupun berbagai program pemerintah lainnya di Nabire. Pemantauan tersebut diperlukan agar penyiapan infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan.

Dengan kapasitas pasokan 42,4 MW dan beban puncak sekitar 29,3 MW, PLN Nabire saat ini masih memiliki ruang sekitar 13 MW untuk mengantisipasi pertumbuhan beban.

Ketersediaan cadangan tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pembangunan PSN, KIPP Papua Tengah, serta berbagai aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di Nabire. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid