IDNVoice.com - Sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Karanganyar mulai menjalankan usaha secara mandiri meski petunjuk operasional dari pemerintah pusat belum diterbitkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk inisiatif pengurus koperasi untuk menggerakkan kegiatan ekonomi di daerah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan ESDM Kabupaten Karanganyar, Sriono Budi Santoso, mengatakan KDKMP Kelurahan Cangakan telah membuka usaha kedai kopi. Inisiatif serupa juga dilakukan KDKMP di Baturan, Colomadu, dan beberapa koperasi lainnya.
"Sudah ada yang mulai beroperasi meskipun skalanya belum besar. Di Cangakan sudah buka usaha kopi, di Baturan juga ada. Mereka mulai jalan sambil menunggu kepastian program dari pemerintah," kata Sriono pada Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan antusiasme pengurus koperasi dalam mengembangkan usaha sembari menunggu regulasi operasional diterbitkan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Pandeyan, Agung Wijayanto, mengatakan bangunan KDKMP di desanya telah rampung 100 persen. Berbagai fasilitas pendukung seperti rak, truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga juga telah diterima.
Meski demikian, Agung mengungkapkan koperasi masih menghadapi tantangan terkait permodalan dan kepastian operasional.
"Yang menjadi kendala kita permodalan. Kita belum tahu nanti modalnya dari mana," katanya.
Ia menjelaskan pengurus KDKMP telah terbentuk dengan tujuh orang anggota. Hingga saat ini sekitar 300 warga telah mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi.
KDKMP Desa Pandeyan dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya merupakan area gudang sampah desa. Pemerintah desa berharap koperasi tersebut segera beroperasi penuh setelah regulasi dari pemerintah pusat diterbitkan. [DR]