Sebanyak 149 KDKMP di Karanganyar Sudah Berdiri, Operasional Masih Menunggu Arahan Pusat

Selasa, 21 Juli 2026 17:33 WIB
Kendaraan roda tiga untuk operasional KDKMP di Karanganyar tiba di Kodim setempat pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Solopos)
Kendaraan roda tiga untuk operasional KDKMP di Karanganyar tiba di Kodim setempat pada Jumat, 3 Juli 2026. (IDNVoice/Solopos)

IDNVoice.com - Sebanyak 149 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Karanganyar telah memiliki bangunan, baik yang sudah selesai maupun masih dalam tahap pembangunan. Namun, sebagian besar koperasi tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu kepastian mekanisme operasional dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan ESDM (Diskuktrans ESDM) Kabupaten Karanganyar, Sriono Budi Santoso, mengatakan pembentukan kelembagaan KDKMP telah berjalan. Meski demikian, mayoritas pengurus koperasi masih menunggu petunjuk teknis serta kepastian model bisnis yang akan dijalankan.

Dari total 177 desa dan kelurahan di Karanganyar, sebanyak 149 telah memiliki bangunan KDKMP, baik yang sudah rampung maupun masih dalam proses pembangunan. Beberapa lokasi bahkan masih menghadapi kendala penyediaan lahan.

"Belum semuanya selesai. Ada yang masih proses pembangunan. Misalnya di Cangakan, mereka tidak punya lahan sehingga memang masih harus dicarikan solusi," ujar Sriono pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia menegaskan keberadaan gedung bukan menjadi faktor utama agar koperasi bisa berjalan. Menurutnya, yang lebih mendesak adalah kepastian operasional sehingga aktivitas usaha dapat segera dimulai.

"Yang penting operasionalnya bisa jalan dulu. Bangunan bisa menyusul sesuai kondisi di masing-masing wilayah," katanya.

Sriono menjelaskan, berdasarkan paparan pemerintah pusat, KDKMP diproyeksikan menjadi simpul penyaluran berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, distribusi pupuk bersubsidi, LPG, hingga berbagai bantuan kepada masyarakat.

Namun, ia berharap mekanisme yang disusun pemerintah tidak menimbulkan tumpang tindih dengan jaringan distribusi yang telah ada, seperti kios pupuk, pangkalan LPG, dan warung rakyat.

"Yang masih menjadi perhatian kami jangan sampai nanti bersinggungan dengan warung-warung atau penyalur yang sudah lebih dulu ada. Itu yang sampai sekarang masih kami tunggu kejelasannya," ujarnya.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar belum dapat memastikan kapan seluruh KDKMP mulai beroperasi karena masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

Selain pembangunan gedung, sejumlah koperasi juga telah menerima kendaraan operasional berupa truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena kegiatan usaha koperasi belum berjalan secara rutin. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid