IDNVoice.com - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan asal Bandung yang hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (17 Juli 2026) menjelang Maghrib.
Dalam insiden tersebut, tiga wisatawan terseret arus laut. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu korban bernama Mohamad Rizky hingga Sabtu (18 Juli 2026) masih belum ditemukan.
Dua korban lainnya, Jatniko dan Rian, berhasil selamat setelah berjuang melawan derasnya ombak Pantai Selatan.
Jatniko dievakuasi oleh seorang nelayan menggunakan perahu setelah sempat pingsan akibat diterjang gelombang. Sementara Rian berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga mencapai bibir pantai.
Berbeda dengan kedua rekannya, Mohamad Rizky diduga terseret arus kuat ke tengah laut dan hingga kini masih dalam pencarian.
Jatniko mengaku tidak mengingat apa yang terjadi setelah dihantam ombak besar. Ia baru tersadar ketika sudah berada di atas perahu nelayan yang mengevakuasinya.
Sementara itu, saksi mata bernama Panji mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, petugas pantai sebenarnya telah mengingatkan ketiga wisatawan untuk segera menghentikan aktivitas berenang karena hari mulai petang. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
"Korban yang hilang sempat terlihat melambaikan tangan meminta tolong, tetapi akhirnya tenggelam karena arus sangat kuat," ujarnya pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Nelayan Siswanto, yang saat itu hendak melaut, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah pantai. Ketika mendekati lokasi, ia melihat dua orang masih berusaha bertahan di permukaan air.
Siswanto kemudian berhasil mengangkat satu korban ke atas perahunya. Namun, satu korban lainnya sudah tidak terlihat dan diduga telah terseret arus ke tengah laut.
Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin mengatakan tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan kejadian tersebut.
"Pencarian dilakukan di sepanjang Pantai Barat Pangandaran. Jika korban belum ditemukan, pencarian akan diperluas hingga ke tengah laut," ucapnya.
Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Balawista, serta nelayan setempat yang menyisir kawasan Pantai Barat Pangandaran hingga perairan sekitarnya.
Di tengah proses pencarian, petugas kembali mengingatkan para wisatawan agar selalu berenang di zona yang telah ditetapkan, mematuhi arahan petugas pantai, dan menghindari aktivitas berenang menjelang malam.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat karakteristik ombak dan arus di Pantai Selatan yang dapat berubah dengan cepat sehingga berpotensi membahayakan keselamatan para pengunjung. [DR]