Jawa Timur Perkuat Posisi Lumbung Padi dan Produsen Gula Terbesar, Ini Strategi Khofifah

Minggu, 19 Juli 2026 10:52 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri panen raya bersama TNI di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri panen raya bersama TNI di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Pemprov Jatim)

IDNVoice.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai produsen gula terbesar di Indonesia sekaligus salah satu lumbung padi nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kolaborasi adalah kunci, Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia, sebagai produsen gula terbesar nasional dan salah satu lumbung padi Indonesia," kata Khofifah dalam keterangan resminya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Khofifah menjelaskan, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih di provinsi tersebut mencapai 1,34 juta ton, menegaskan peran strategis Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan gula nasional.

Untuk semakin meningkatkan produksi, pada 2026 pemerintah memberikan kepercayaan kepada Jawa Timur melaksanakan program bongkar ratoon di lahan seluas 48.315 hektare serta program perluasan areal tebu seluas 6.582 hektare.

Dengan program tersebut, total target pengembangan tanaman tebu di Jawa Timur mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Tak hanya pada komoditas gula, sektor padi juga menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi padi mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 12,60 persen dibandingkan 2024.

Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat pada 2026, sekaligus semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia.

Meski mencatat berbagai capaian positif, Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan berpuas diri. Berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan akan terus diperkuat melalui kolaborasi yang semakin intensif, terutama dalam mendukung percepatan swasembada gula.

"Dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar," ujarnya.

Khofifah juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung penuh berbagai program strategis yang dicanangkan pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan nasional.

"Kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," tutur Khofifah.

Dengan potensi produksi yang terus meningkat serta dukungan berbagai program pengembangan pertanian, Jawa Timur diharapkan tetap menjadi salah satu motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid