Jatim Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Khofifah Optimistis Swasembada Pangan

Sabtu, 18 Juli 2026 18:05 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya TNI Terintegrasi di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya TNI Terintegrasi di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Pemprov Jatim)

IDNVoice.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur terus memainkan peran strategis sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Provinsi ini tidak hanya menjadi produsen gula terbesar di Indonesia, tetapi juga merupakan salah satu lumbung padi nasional serta terus memperkuat pengembangan komoditas kedelai guna mendukung target swasembada pangan.

"Jawa Timur memiliki peran sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional," kata Khofifah dalam keterangannya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Khofifah menjelaskan sektor pergulaan Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Sepanjang tahun 2025, produksi gula kristal putih di provinsi tersebut mencapai sekitar 1,34 juta ton, menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program pengembangan tebu. Pada 2026, program tersebut diwujudkan melalui Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare.

Dengan demikian, total target pengembangan tanaman tebu di Jawa Timur pada tahun 2026 mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Selain menjadi sentra produksi gula, Jawa Timur juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari luasan panen tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat pengembangan komoditas kedelai melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya modern, serta pendampingan kepada petani guna meningkatkan produksi dalam negeri.

Menurut Khofifah, berbagai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani yang bersama-sama mengoptimalkan pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan secara berkelanjutan.

Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam kegiatan panen raya menjadi bukti bahwa mewujudkan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

"Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan," ujarnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid