IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebut sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya mulai menjalankan aktivitas usaha dengan mengembangkan produk unggulan desa serta membuka berbagai layanan bagi masyarakat. Meski demikian, operasional gerai koperasi secara resmi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, dari total 248 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk, baru sebagian kecil yang mulai menunjukkan aktivitas ekonomi.
"Jika yang ditanyakan adalah pengoperasian gedung secara resmi, jawabannya belum. Namun, jika menyoal aktivitas usaha yang dilakukan oleh pengurus atas nama koperasi, memang sudah ada beberapa (beraktivitas)," katanya di Batang pada Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Wahyu, beberapa koperasi yang telah bergerak di sektor usaha di antaranya KDMP Simpar yang mengembangkan produk telur omega-3. Sementara KDMP Pasekaran, KDMP Bandar, Kasepuhan, Kauman, dan Karangasem Utara mulai menjalankan usaha perdagangan sembako serta penyaluran elpiji.
Di luar itu, sebagian besar koperasi lainnya masih berfokus pada layanan keuangan digital Laku Pandai, seperti pembayaran listrik, air minum, hingga layanan transfer antarbank.
Namun demikian, Wahyu mengakui frekuensi maupun volume transaksi dari layanan tersebut masih belum optimal sehingga belum mampu mendorong pertumbuhan usaha koperasi secara signifikan.
Didampingi Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Haniyah, ia menjelaskan keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha koperasi.
Hingga kini, operasional koperasi masih bergantung pada simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota, sehingga ruang gerak untuk memperluas usaha produktif masih terbatas.
"Kendala utamanya tetap di sektor permodalan. Saat ini kami hanya mengandalkan simpanan pokok dan wajib anggota sehingga hal itu membuat ruang gerak belum maksimal untuk bersaing di pasar," katanya.
Terkait pembukaan gerai koperasi secara resmi, Wahyu mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat serta koordinasi lintas sektor, khususnya bersama Kodim, mengingat program tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional.
"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Biasanya kami akan diajak rapat koordinasi oleh Kodim untuk membahas tahapan selanjutnya," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap seluruh KDKMP dapat segera beroperasi secara optimal sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi desa, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat pemberdayaan pelaku usaha lokal. [DR]