Khofifah: Jawa Timur Pimpin Transaksi Nasional Koperasi Merah Putih, Tembus Rp17,45 Miliar

Jum'at, 17 Juli 2026 15:37 WIB
Jawa Timurmemimpin nilai transaksi nasional KDKMP dengan capaian Rp17,45 miliar transaksi. (IDNVoice/Biro Adpim Pemprov Jatim)
Jawa Timurmemimpin nilai transaksi nasional KDKMP dengan capaian Rp17,45 miliar transaksi. (IDNVoice/Biro Adpim Pemprov Jatim)

IDNVoice.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai transaksi tertinggi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia. Hingga 7 Juli 2026, total transaksi koperasi di provinsi tersebut mencapai Rp17,45 miliar.

"Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Khofifah di Surabaya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Berdasarkan data simkopdes.go.id/pers/dashboard, nilai transaksi KDKMP di Jawa Timur mencapai Rp17,45 miliar atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 miliar.

Khofifah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa KDKMP tidak hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga mulai menjalankan fungsi ekonominya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum bagi seluruh 8.494 KDKMP. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi fondasi kelembagaan yang kuat untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.

Khofifah menegaskan tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membentuk koperasi, melainkan memastikan koperasi mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.

"Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," ujar Khofifah.

Ia menambahkan, pengembangan KDKMP harus dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha lokal, mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Menurut Khofifah, sinergi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan sekaligus memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

Khofifah optimistis nilai transaksi KDKMP di Jawa Timur akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

"Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing," tuturnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid